Kisah Penderita Alzheimers Termuda di Dunia Asal Cina, Putus Sekolah karena Ingatannya Terganggu

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Kamis, 9 Mei 2024 | 16:00 WIB
Remaja asal cina mengalami gangguan ingatan jangka pendek dan panjang sejak 17 tahun (freepik)
Remaja asal cina mengalami gangguan ingatan jangka pendek dan panjang sejak 17 tahun (freepik)

SMARTPARENT.ID - Seorang remaja Tiongkok mungkin menjadi orang termuda yang pernah didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer, menurut sebuah penelitian pada bulan Januari dari Journal of Alzheimer's Disease .

Para peneliti dari Rumah Sakit Xuanwu Capital Medical University di Beijing mendiagnosis seorang pria berusia 19 tahun dengan kelainan otak setelah ia menunjukkan “penurunan memori bertahap selama 2 tahun,” sehingga dia tidak dapat menyelesaikan sekolah menengah atas.

Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum dan memengaruhi ingatan, pemikiran, dan perilaku.

Baca Juga: Bila Anak Sakit Perut dan Perut Kembung, Ini yang Perlu Diwaspadai

Penyakit degeneratif ini terutama menyerang orang lanjut usia, sehingga kasus ini sangat luar biasa.

“Kasus ini membawa perhatian pada sifat demensia yang heterogen yang dapat menyerang orang-orang di segala usia,” kata George Perry, ahli saraf terkemuka dan pemimpin redaksi jurnal tersebut.

“Secara signifikan, temuan ini dapat memisahkan penyakit Alzheimer dari kompleksitas penuaan dan membuka peluang bagi konsep-konsep baru untuk mendorong inovasi.” Perry tidak terlibat dalam penelitian ini.

Penulis makalah tersebut mencatat bahwa remaja berusia 19 tahun tersebut mengalami gangguan memori yang signifikan dan atrofi hipokampus, yang merupakan penanda awal penyakit tersebut.

Setelah mengesampingkan kemungkinan penyebab lain dari gejala yang dialami pemuda tersebut, ia didiagnosis menderita kemungkinan Alzheimer.

Gejala pasien dimulai ketika ia berusia sekitar 17 tahun, dua tahun sebelum ia dievaluasi di Rumah Sakit Xuanwu.

Baca Juga: Cara Mengobati Sakit Tenggorokan Saat Hamil

Apa yang awalnya berupa kesulitan berkonsentrasi di kelas dengan cepat memburuk setahun kemudian hingga hilang ingatan jangka pendek, menurut penelitian tersebut.

Remaja tersebut sering kali kehilangan barang-barangnya, melupakan kejadian hari sebelumnya dan kesulitan membaca, bahkan responsnya kerap tertunda.

Ketika ingatannya menurun, dia akan lupa apakah dia sudah makan atau belum. Akhirnya, dia harus mengundurkan diri dari sekolah menengah.

Halaman:

Editor: Saeful Imam

Sumber: globalnews

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X