Tips Mengurangi Pemanis dalam Makanan, Begini Caranya

Photo Author
Hilman Hilmansyah, Smart Parent
- Minggu, 30 Juni 2024 | 21:38 WIB
Pemanis dalam makanan seringkali didapatkan pada menu makanan kita. (Monstera Production/Pexels )
Pemanis dalam makanan seringkali didapatkan pada menu makanan kita. (Monstera Production/Pexels )

 

SMARTPARENT.IDPemanis makanan menjadi zat yang banyak ditambahkan pada menu yang kita konsumsi. Bagaimana cara mengurangi pemanis dalam makanan, yuk simak uraiannya.

Gula meja berasal dari tebu, gula bit, dan tanaman lainnya. Meski berasal dari bahan alami, gula memerlukan banyak pengolahan sebelum menjadi produk akhir yang dapat dikonsumsi masyarakat.

Ikatan glukosa dan fruktosa membentuk gula meja, yang tidak memiliki nutrisi tambahan. Namun, gula merah, yang merupakan campuran gula putih dan molase, mungkin memiliki beberapa mineral.

Gula mengandung sekitar 50 kalori per sendok makan, sedangkan madu mengandung sekitar 64 kalori. Namun, madu lebih manis daripada gula, jadi dibutuhkan lebih sedikit madu untuk mendapatkan rasa manis yang sama.

Selain itu, gula biasanya berbiaya rendah, mudah didapat, dan memiliki umur simpan yang lama. Orang mungkin juga menganggapnya membuat banyak makanan menjadi lebih enak.

Kekurangan dan risiko gula

Beberapa kerugian yang terkait dengan konsumsi gula meliputi:

Baca Juga: Jangan Sepelekan Manfaat Olahraga untuk Anak Perempuan, Ini Faktanya

  • Jumlah kalori yang tinggi: Meskipun gula mengandung lebih sedikit kalori per sendok makan dibandingkan madu, gula tetap merupakan zat berkalori tinggi.
  • Risiko kondisi kesehatan tertentu: Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung.
  • Gigi berlubang: Menurut WHO, gula dalam makanan berkontribusi terhadap perkembangan karies gigi, atau gigi berlubang.
  • Perubahan pada bakteri usus: Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dapat mengganggu keragaman bakteri usus, yang dapat menyebabkan berbagai efek kesehatan, seperti peningkatan peradangan dalam tubuh.

Tips mengurangi pemanis

American Heart Association menyarankan tip berikut untuk mengurangi asupan gula:

  • Potong porsi menjadi dua: Gunakan setengah sendok gula pada minuman dan sereal, bukan satu sendok penuh.
  • Mengurangi gula dalam makanan yang dipanggang sebanyak sepertiganya: Hal ini mengurangi asupan tanpa berdampak besar pada rasa atau tekstur.
  • Gunakan ekstrak atau rempah-rempah: Ekstrak seperti almond atau vanila dapat memberikan rasa manis pada smoothie atau makanan yang dipanggang tanpa menambah asupan gula. Jahe, kayu manis, dan pala merupakan contoh rempah-rempah masyarakat
  • Gunakan ekstrak atau rempah-rempah: Ekstrak seperti almond atau vanila dapat memberikan rasa manis pada smoothie atau makanan yang dipanggang tanpa menambah asupan gula. Jahe, kayu manis, dan pala adalah contoh rempah-rempah yang digunakan orang dalam membuat kue.

Baca Juga: Apa Benar Madu Lebih Sehat Dibanding Gula? Begini Faktanya

  • Menggantikan saus apel tanpa pemanis atau pisang tumbuk: Pure buah alami ini dapat menggantikan gula dalam jumlah yang sama dalam pembuatan kue dan resep lainnya.
  • Ganti dengan buah-buahan: Buah beri segar, pisang, mangga, dan buah-buahan lainnya dapat menambah rasa manis pada makanan. Orang juga mungkin menggunakan buah kalengan dalam air, idealnya mereka menghindari penggunaan buah kalengan dalam sirup.
  • Pilih makanan dengan jumlah tambahan gula yang rendah: Masyarakat dapat melihat label nutrisi pada makanan untuk mengetahui berapa banyak tambahan gula yang dikandungnya
  • Batasi pemanis non-nutrisi: Contohnya termasuk aspartam, sakarin, dan sukralosa. Orang sering mengganti pemanis ini dengan gula ketika mereka mencoba menurunkan berat badan. Namun, karena rendah kalori, seseorang mungkin mulai memakannya dalam jumlah yang lebih banyak, sehingga menimbulkan efek sebaliknya.

Tips yang sama di atas dapat diterapkan jika ingin mengurangi jumlah konsumsi madu.

Orang bisa mengonsumsi terlalu banyak madu dan gula. Risiko konsumsi berlebihan sama bagi keduanya, termasuk peningkatan risiko kondisi kesehatan tertentu, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Halaman:

Editor: Hilman Hilmansyah

Sumber: medicalnewstoday.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X