Batuk
Nyeri
Infeksi
Apa Saja Pilihan Perawatannya?
Membersihkan telinga yang berfungsi dapat dilakukan dengan mencucinya menggunakan kain lembut, namun jangan memasukkan apapun ke dalam telinga. Idealnya, saluran telinga tidak perlu dibersihkan. Namun, tidak selalu demikian.
Telinga harus dibersihkan ketika kotoran telinga sudah cukup untuk menimbulkan gejala atau untuk mencegah pemeriksaan telinga yang diperlukan oleh dokter Kondisi ini disebut impaksi serumen.
Sebagian besar kasus penyumbatan kotoran telinga menggunakan upaya untuk melunakkan kotoran. Pasien dapat mencoba mengoleskan beberapa tetes minyak mineral, baby oil, gliserin, atau obat tetes komersial ke dalam telinga.
Baca Juga: Morning Sickness Saat Hamil, Kenali Gejala dan Solusinya
Tetesan deterjen seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida (tersedia di sebagian besar apotek) juga dapat membantu menghilangkan masalah ini.
Irigasi atau alat suntik telinga biasanya digunakan untuk membersihkan dan dapat dilakukan oleh dokter atau di rumah dengan menggunakan peralatan irigasi yang tersedia secara komersial. Larutan yang umum digunakan untuk alat suntik meliputi air dan garam, yang harus dihangatkan sesuai suhu tubuh untuk mencegah pusing.
Alat suntik telinga paling efektif jika tetes air, larutan garam, atau lilin dimasukkan ke dalam saluran telinga 15 hingga 30 menit sebelum perawatan. Perhatian disarankan untuk menghindari irigasi telinga jika Anda menderita diabetes, gendang telinga berlubang (perforasi), tabung di gendang telinga, masalah kulit seperti eksim di saluran telinga atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Penghapusan kotoran telinga secara manual juga efektif. Hal ini paling sering dilakukan oleh dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), atau otolaryngologist, dengan menggunakan alat penghisap atau alat miniatur khusus, dan mikroskop untuk memperbesar saluran telinga.
Baca Juga: Kenali Risiko Heatstroke atau Serangan Panas Efek Cuaca Panas Ekstrem di Indonesia