SMARTPARENT.ID - Bayi prematur, yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, memiliki tantangan tersendiri dalam perkembangan tubuh mereka.
Salah satunya adalah kecenderungan yang lebih tinggi mengalami kolik.
Kolik ditandai dengan tangisan yang sulit dihentikan tanpa sebab medis yang jelas.
Menurut Cleveland Clinic dan NHS, bayi prematur menghadapi risiko lebih besar karena sistem pencernaan mereka yang belum matang.
Baca Juga: Berapa Rata-rata Usia Kucing? Apa Tanda-tanda Ia akan Meninggal? Ini Penjelasannya
Mengapa Bayi Prematur Rentan Mengalami Kolik?
Sistem Pencernaan Belum Matang
Bayi prematur memiliki saluran pencernaan yang belum sepenuhnya berkembang.
Kondisi ini membuat mereka lebih sulit mencerna ASI atau susu formula, yang dapat menyebabkan gas dan ketidaknyamanan.
Sensitivitas terhadap Stimulus
Bayi prematur sering kali lebih sensitif terhadap suara, cahaya, atau sentuhan, yang dapat memperburuk tangisan akibat kolik.
Baca Juga: Produk Terbaik untuk Mengatasi Kolik pada Bayi, Berikut Rekomendasinya
Kurangnya Ritme Tidur dan Makan yang Stabil
Rutinitas tidur dan makan yang belum teratur pada bayi prematur juga dapat memengaruhi kenyamanan mereka, sehingga memperparah gejala kolik.