SMARTPARENT.ID - Kolik adalah salah satu penyebab tangisan berlebihan pada bayi, tetapi tidak semua tangisan disebabkan oleh kolik.
Masalah pencernaan lain seperti alergi susu, GERD (gastroesophageal reflux disease), atau intoleransi laktosa juga dapat menimbulkan gejala yang mirip.
Memahami perbedaannya sangat penting untuk memberikan perawatan yang tepat.
Baca Juga: Makanan yang Dikonsumsi Ibu Menyusui Bisa Picu Kolik pada Bayi
Apa Itu Kolik?
Kolik biasanya ditandai dengan tangisan intens yang berlangsung lebih dari tiga jam sehari, lebih dari tiga hari seminggu, selama tiga minggu atau lebih.
Bayi dengan kolik umumnya sehat secara fisik dan tidak menunjukkan gejala lain seperti muntah atau diare.
Menurut Mayo Clinic, kolik sering disebabkan oleh gas atau ketidakmatangan sistem pencernaan bayi, tetapi tidak terkait dengan masalah kesehatan serius.
Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa
Gejala Tambahan: Bayi dengan alergi susu atau intoleransi laktosa mungkin mengalami ruam, muntah, diare, atau darah dalam tinja.
Penyebab: Alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein susu, sedangkan intoleransi laktosa disebabkan oleh ketidakmampuan mencerna laktosa, gula dalam susu.
Baca Juga: Cara Mengatasi Kolik pada Bayi di Rumah dengan Aman
GERD (Refluks Asam)
Gejala Tambahan: Bayi dengan GERD sering muntah setelah makan, sulit tidur, dan mungkin menangis saat menyusu. Gejala ini disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan.