SMARTPARENT.ID - Kolik adalah kondisi umum pada bayi yang ditandai dengan episode tangisan berlebihan tanpa penyebab yang jelas, biasanya terjadi pada tiga bulan pertama kehidupan.
Menurut Mayo Clinic, sekitar 1 dari 5 bayi mengalami kolik, seringkali membuat orang tua merasa bingung dan khawatir.
Baca Juga: Bahayanya Bird Strike, Apa itu Bird Strike di Dunia Penerbangan
Penyebab Potensial Kolik
Meski penyebab pasti kolik belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor berikut sering dikaitkan dengan kondisi ini:
Sistem Pencernaan yang Belum Matang
Sistem pencernaan bayi yang baru lahir belum sepenuhnya berkembang, sehingga lebih rentan terhadap gangguan seperti gas.
Gas di Perut
Penumpukan gas dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, yang membuat bayi menangis terus-menerus.
Alergi atau Intoleransi Makanan
Dalam beberapa kasus, bayi mungkin sensitif terhadap protein susu atau makanan tertentu yang dikonsumsi ibu menyusui.
Overstimulasi
Bayi yang terpapar terlalu banyak rangsangan dapat merasa lelah dan frustrasi, memicu tangisan yang berkepanjangan.
Gejala Kolik
Menurut NHS, bayi dengan kolik biasanya menunjukkan pola tangisan yang khas:
Tangisan intens yang sulit dihentikan, biasanya pada waktu tertentu, sering di sore atau malam hari.
Gerakan tubuh yang gelisah, seperti melengkungkan punggung atau mengepalkan tangan.
Perut terasa keras saat disentuh akibat penumpukan gas.
Tangisan ini bisa berlangsung selama tiga jam atau lebih dalam sehari, setidaknya tiga kali seminggu.