Laringomalasia adalah kondisi di mana jaringan di tenggorokan bayi lebih lembut dari biasanya, yang menyebabkan saluran pernapasan menyempit dan menghasilkan suara berbunyi saat bayi bernapas.
Baca Juga: Pesta Belanja di VIVA Apotek, Anang Hermansyah Tawarkan Peluang Dapatkan Emas Gratis untuk Pelanggan
Biasanya, ini akan membaik seiring dengan perkembangan bayi dan seringkali tidak memerlukan pengobatan khusus.
4. Stridor
- Kebisingan Inspirasi:
Stridor adalah bunyi serak atau berbunyi yang terjadi saat bayi menarik napas.
Ini bisa disebabkan oleh pembengkakan atau infeksi di tenggorokan dan saluran napas atas.
Baca Juga: FKI Tekankan Pentingnya Kerja Sama Semua Pihak Atasi Stunting di Indonesia
Stridor dapat menjadi tanda adanya masalah lebih serius, seperti croup, yang memerlukan perhatian medis.
5. Bronkiolitis
- Infeksi Saluran Pernapasan Bawah:
Bronkiolitis, yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus respiratori syncytial (RSV), dapat menyebabkan saluran pernapasan bawah mengalami peradangan dan penyempitan.
Ini bisa mengakibatkan nafsu berbunyi dan batuk.
Baca Juga: Rekomendasi FKI: Sanitasi dan Akses Air Bersih sebagai Langkah Utama Pencegahan Stunting
Tindakan yang Perlu Diambil
1. Pantau Gejala Lain
- Amati apakah ada gejala tambahan seperti demam, batuk terus-menerus, kesulitan bernapas, atau perubahan warna kulit bayi.
Gejala ini dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang penyebab nafas berbunyi dan apakah intervensi medis diperlukan.
2. Gunakan Humidifier
- Menggunakan humidifier di ruangan tempat bayi tidur dapat membantu menjaga kelembapan udara dan mengurangi kongesti mukus yang bisa menyebabkan nafsu berbunyi.