- Kelelahan atau lemas
- Perubahan perilaku (misalnya, rewel atau reaksi emosional yang ekstrem)
3. Membedakan antara Alergi dan Intoleransi Makanan
Penting untuk membedakan antara alergi makanan dan intoleransi makanan, karena keduanya memiliki gejala dan penyebab yang berbeda:
Alergi Makanan: Melibatkan respons sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan gejala serius, termasuk anafilaksis, yang merupakan reaksi alergi parah yang memerlukan perawatan medis segera.
Intoleransi Makanan: Merupakan reaksi yang lebih ringan dan tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Perhatian Orangtua, Dukungan Tidak Tergantikan Agar Pertumbuhan Tinggi Badan Optimal
Gejala biasanya terbatas pada masalah pencernaan, seperti kembung atau diare, dan tidak mengancam jiwa.
4. Langkah-Langkah Penanganan Alergi Makanan
Jika Anda mencurigai bahwa bayi Anda memiliki alergi makanan, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil:
Konsultasi dengan Dokter: Segera konsultasikan dengan dokter atau ahli alergi untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dokter mungkin akan merekomendasikan tes alergi untuk mengidentifikasi makanan yang menyebabkan reaksi.
Baca Juga: Selain Hormon Pertumbuhan, Hormon Lain juga Berpengaruh Pada Tinggi Badan Anak
Hentikan Pemberian Makanan Penyebab: Jika Anda tahu makanan tertentu yang menyebabkan reaksi alergi, segera hentikan pemberiannya.
Jangan memberikan makanan tersebut hingga mendapatkan saran dari dokter.
Pahami Gejala Darurat: Kenali gejala anafilaksis, seperti kesulitan bernapas, pembengkakan di wajah atau tenggorokan, dan pingsan.
Jika gejala ini muncul, segera hubungi layanan darurat atau bawa bayi ke rumah sakit.