buah-hati

Kenali Penyebab Dehidrasi Pada Bayi dan Cara Mengatasinya (2)

Senin, 24 Juni 2024 | 09:30 WIB
Bayi Menangis (Tim Blish/Unsplash)

Ketika tahu kalau bayi mengalami gejala kekurangan cairan, segera lakukan pertolongan pertama dengan memberikan sebanyak mungkin cairan. Bila ingin memberinya oralit, buatlah takaran yang tepat yakni dengan melarutkan oralit dengan cukup air. Pasalnya, tanpa takaran yang tepat, oralit justru akan membahayakan karena kandungan garamnya masih kental. Dikhawatirkan dehidrasi malah meningkat karena garam pekat akan "menarik" air dari dalam sel-sel tubuhnya.

Sebenarnya tak hanya oralit, pemberian cairan lainpun seperti teh manis, jus buah, atau sup, boleh dilakukan. Juga cara tradisional seperti pemberian air tajin bisa saja dilakukan karena berdasarkan penelitian mengandung glukosa polimer yang mudah diserap, cepat dicerna, juga mengandung kadar glukosa cukup tinggi yang akan mempermudah penyerapan elektrolit serta kandungan proteinnya cukup bagus, 7-10%. Poliglukosa yang dikandung dalam tepung tajin pun dapat membuat feses lebih padat.

Cara tradisional lain adalah dengan memberikan larutan gula garam. Buatlah dengan perbandingan dua sendok teh gula pasir dan setengah sendok teh garam untuk segelas air putih. Berikan setengah gelas setiap kali bayi muntah atau buang air besar atau berikan satu sendok makan setiap lima menit sampai fesesnya normal.

- Segera Ke Dokter

Tentu, periksa ke dokter adalah tindakan yang sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Namun bila terjadi kegawatan, misalnya hilang kesadaran, semakin kurus, pucat, napas cepat, detak jantung cepat, langsung saja membawanya ke unit gawat darurat rumah sakit agar penanganan yang lebih intensif bisa segera dilakukan.

Cara Mencegah

Diare, adalah faktor utama penyebab bayi mengalami dehidrasi, untuk itu hindari anak agar tidak sampai mengalaminya. Kita perlu melakukan hal-hal berikut

- Jaga Kebersihan

Diare, yang menjadi penyebab utama dehidrasi, bisa dicegah. Caranya dengan menjaga kebersihan, baik makanan, peralatan makan, atau lingkungan di mana bayi berada. Botol susu misalnya, harus selalu steril saat bayi menggunakannya. Soalnya, terjangkit kuman sedikit saja bisa menimbulkan penyakit mengingat daya tahan tubuh bayi yang masih sangat lemah. Tanpa sadar, seringkali ketika botol susu bayi terjatuh langsung diberikan ke bayi tanpa dicuci dulu, tangan bayi bebas menjamah apa saja dan dia pun bebas memasukkannya ke dalam mulut, bahkan kita tidak menjamin bahwa makanan yang disuapi ke bayi bebas dari kuman seperti susu yang sudah berjam-jam terbuka diminumkan kembali.

- Gizi Seimbang

Selain kebersihan, bayi pun harus cukup gizi seimbang. Dengan gizi seimbang daya tahan tubuh bayi bisa meningkat sehingga tak mudah terserang penyakit. Menu yang seimbang buat bayi harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral dengan menyesuaikan terhadap takaran ukuran bayi. ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan komplet gizi yang sangat baik untuk bayi. Itu kenapa, ibu sangat dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga usia 6 bulan.  Apalagi di saat-saat awal produksi ASI, kolostrum yang keluar sangat baik bagi bayi karena mengandung banyak antibodi, protein, mineral, dan vitamin A. “Ini adalah makanan terbaik buat bayi yang tidak bisa didapat dari makanan lain,” tegas Attila. Lain hal bila ASI ibu tak mencukupi, kekurangannya bisa didapat dari susu formula.

- Sedia Obat

Banyak kemungkinan yang bakal terjadi pada bayi yang baru lahir, entah demam, flu, batuk, termasuk juga diare. Untuk itu, agar kita bisa segera melakukan tindakan cepat sangat dianjurkan untuk memiliki persediaan obat-obatan, seperti obat turun panas dan antidiare. Bila tiba-tiba bayi mengalami diare misalnya, penangan bisa segera dilakukan karena obat sudah tersedia.

 

Halaman:

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB