Kenali Penyebab Dehidrasi Pada Bayi dan Cara Mengatasinya (2)

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Senin, 24 Juni 2024 | 09:30 WIB
Bayi Menangis  (Tim Blish/Unsplash)
Bayi Menangis (Tim Blish/Unsplash)

SMARTPARENT.ID Tulisan sebelumnya membahas tentang gejala dan bahaya dehidrasi pada bayi. Di tulisan ini akan dibahas cara mengenali penyebab dan mengatasi dehidrasi.

Baca Juga: Moms, Yuk Kenali Gejala Dehidrasi Pada Bayi (1) 

Mengenali penyebab kenapa sampai terjadi dehidrasi pada bayi adalah hal penting yang harus dilakukan agar penanganan bisa efektif dilakukan. Berikut beberapa hal bisa menjadi penyebab datangnya dehidrasi.

- Diare Atau Muntaber

Diare adalah penyakit yang paling sering ditemukan pada anak, termasuk bayi. Bahkan hingga saat ini diare merupakan penyebab kematian nomor satu pada bayi karena bayi mengalami infeksi sehingga timbul mual, muntah, berak yang terus berulang dan akhirnya bayi mengalami dehidrasi. Makanan dan minuman umumnya sangat sulit masuk karena nafsu makan dan minum bayi jauh menurun. Meskipun berhasil masuk, sebentar kemudian akan dikeluarkan lewat muntah maupun pup. Biasanya, diare berlangsung berhari-hari sehingga membuat bayi mengalami dehidrasi karena perbandingan cairan yang masuk dan yang keluar tidak sebanding. Selain itu sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida ikut terbuang. Penyebab diare, jelas Attila, umumnya disebabkan karena makanan yang masuk ke dalam perut mengandung kuman atau bisa juga karena keracunan. Kalau penyebabnya karena kuman biasanya gejala yang muncul terlebih dahulu diare baru kemudian muntah. Sebaliknya, kalau keracunan gejala utamanya muntah baru diikuti diare.

- Pneumonia

Pneumonia atau lebih dikenal dengan radang paru-paru bisa menyebabkan dehidrasi. Soalnya pneumonia bisa membuat bayi mengalami panas tinggi dan napasnya cepat. Hal inilah yang akan membuat cairan berupa uap air yang keluar dari paru-parunya meningkat. Bila penanganan terlambat dilakukan atau tidak tepat mungkin saja terjadi dehidrasi.

- Kurang Makan dan Minum

Hal ini umumnya jarang terjadi karena setiap kali bayi lapar atau haus dia akan menangis dan orang tua segera memberinya makan atau minum. Namun tidak menutup kemungkinan dehidrasi terjadi, misalnya ketika sakit, terutama yang disertai demam dan mual, meskipun bukan diare sering kali nafsu makan dan minumnya berkurang. Bila asupan makan dan minum sangat kurang dan terjadi dalam waktu yang cukup lama, 3-5 hari misalnya, mungkin saja bayi akan mengalami dehidrasi.

Harus Banyak Minum, Jaga Kebersihan, dan Asupan Gizi yang Baik

Mengingat bahaya yang ditimbulkan pada bayi yang mengalami dehidrasi, sesegera mungkin penangan tepat harus dilakukan. Bila tidak, mungkin saja bayi akan meninggal. Beberapa hal, yang bisa kita lakukan ketika melihat gejala bayi akan mengalami dehidrasi dan cara mencegahnya, yaitu :

Cara Mengatasi

Bayi yang terkena dehidrasi sangat fatal akibatnya, seperti kerusakan ginjal, renjatan atau shock yakni kegagalan sistim peredaran darah, serta kematian. Namun hal ini bisa kita hindari dengan penanganan tepat, misalnya :

- Banyak Minum

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X