SMARTPARENT.ID - Reggio Emilia adalah pendekatan pendidikan yang berasal dari kota Reggio Emilia di Italia.
Pendekatan ini menekankan pentingnya lingkungan sebagai "guru ketiga", memandang anak sebagai individu yang penuh potensi, dan mengutamakan pembelajaran berbasis proyek yang didasarkan pada minat anak.
Meskipun pendekatan ini biasanya diterapkan di sekolah dan pusat pendidikan anak usia dini, prinsip-prinsip Reggio Emilia juga dapat diterapkan di rumah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kaya dan mendukung perkembangan anak.
Baca Juga: Strategi Pangan Lokal untuk Mengatasi Stunting di Indonesia
Berikut adalah beberapa caranya.
1. Menciptakan Lingkungan yang Menstimulasi
Lingkungan fisik adalah aspek penting dari pendekatan Reggio Emilia.
Buatlah ruang di rumah yang penuh dengan berbagai bahan dan alat yang dapat digunakan anak untuk bereksplorasi.
Ini bisa mencakup bahan seni, alat tulis, buku, bahan alam, dan benda-benda sehari-hari yang bisa diubah menjadi alat permainan dan eksplorasi.
Baca Juga: Benarkah Gula Sebabkan Obesitas dan Penyakit Jantung? Begini Penjelasannya
Tips:
- Buat sudut seni dengan kertas, cat, krayon, dan bahan-bahan daur ulang.
- Sediakan rak buku yang mudah dijangkau dengan berbagai buku yang menarik.
- Gunakan bahan alami seperti batu, daun, dan kayu untuk permainan eksploratif.
2. Menghargai Minat Anak
Salah satu prinsip utama Reggio Emilia adalah mengikuti minat anak dalam proses belajar.