buah-hati

Yuk Moms, Pahami 12 Penyebab Kenapa Bayi Menangis

Rabu, 29 Mei 2024 | 22:13 WIB
Bayi Menangis (Katie Smith/Unsplash)

SMARTPARENT.ID Moms mungkin pernah bingung ketika si bayi kerap menangis di malam hari. Bahkan mungkin menangis sangat keras dan sulit ditenangkan. Berbagai usaha sudah dilakukan seperti menggendong, menyusuinya, menimang-nimang, namun tangisan si bayi tak kunjung berhenti. 

Menangis adalah salah satu jenis komunikasi yang sedang dikembangkan bayi terhadap orang yang ada di sekelilingnya. Ia ingin mengungkapkan apa yang sedang dirasa. Karena bayi belum bisa melakukan hal lain maka ia pun menangis.  Apalagi pada bayi baru lahir, ia mudah sekali menangis karena sedang menjalani proses penyesuaian dengan lingkungan barunya. Mungkin ia merasa tidak nyaman, asing, takut, was-was,  haus-lapar, dan lainnya. 

Baca Juga: Bermain Bersama Ayah, Bayi Akan Tumbuh Lebih Cerdas

12 Hal Yang Membuat Bayi Menangis

Moms perlu memahami dan mencari tahu kenapa bayi menangis, apa yang ingin dikomunikasikannya, apa langkah yang harus dilakukan, dan seterusnya. Ada 12 hal yang biasanya membuat bayi menangis. Berikut adalah daftarnya seperti yang termuat di dalam situs www.babycenter.com.

  1. Lapar dan HausBaca Juga: Kenapa Anak Senang Diajak Bertepuk Tangan? Ini Jawabannya

Ketika bayi lapar atau haus ia akan menangis. Jika Moms tak segera memberinya ASI, padahal ia sangat lapar maka tangisannya akan semakin keras. Ciri-ciri bayi yang lapar atau haus biasanya, ia akan memukul bibirnya, membuka mulutnya lebar-lebar, menangkap dengan mulut benda apapun yang ada di dekatnya, memasukkan jari ke dalam mulut, dan menggerak-gerakkan mulutnya ke tubuh kita untuk dihisap. Segeralah susui untuk membuatnya tenang. Setelahkenyang biasanya bayi akan melepas puting susu Moms dan bersikap tenang.

  1. Pospak Penuh atau Kotor

Pipis bayi sudah tak tertampung atau ia pup akan membuat bayi tidak nyaman lalu menangis. Bukalah pospak, bersihkan kotorannya, dan ganti dengan yang baru. Saat ini ada pospak yang daya serapnya tinggi, bisa digunakan cukup lama dari malam hingga pagi, Moms bisa menggunakan pospak jenis ini supaya tidur atau aktivitas bayi lebih terjaga.

  1. Lelah dan Mengantuk

Jika bayi lelah dan mengantuk biasanya dia akan rewel. Menangisnya tak bisa reda jika ia tak diberi waktu istirahat. Ciri-cirinya, biasanya menangisnya tidak terlalu keras tetapi panjang. Mirip dengan orang yang sedang mengeluh. Untuk mengatasinya tidurkan bayi. Kebiasaan tidur bayi berbeda-beda, ada yang butuh suasana tenang, tidur di gendongan, tidur di boks bayi, sambil di belai pundaknya, dan lainnya. Setiap orangtua pasti lebih tahu kebiasaan tidur bayinya.

  1. Ingin Dipeluk dan DIgendong

Terkadang bayi rindu dengan detak jantung ibunya yang pernah ia dengar di dalam kandungan, desah napas ibunya, bahkan ingin menikmati kembali bau ibunya. Ia juga ingin merasakan kasih sayang, perhatian yang lebih kuat, juga belaian maupun candaan ibunya. Ketika ingin menikmati hal-hal tersebut ia meminta dipeluk dan digendong. Jika tak mendapatkannya biasanya bayi akan menangis. Sering kita temukan, bayi akan diam jika digendong ibunya tetapi menangis jika digendong orang lain. Supaya ia tak menangis maka gendong dan peluklah dengan penuh kasih sayang.

  1. Mengalami Kolik

Bayi menangis mungkin karena ia sedang mengalami kolik atau terperangkapnya udara atau gas di perut yang sulit dikeluarkan. Terutama terjadi pada bayi baru lahir karena bayi belum mampu “membuang angin” atau sendawa dengan baik. Hal ini biasanya membuat bayi menangis sangat keras sementara banyak orangtua yang tidak menyadari akan “serangan” kolik.

Biasanya menangisnya cukup lama, bisa sampai 3 jam sampai koliknya hilang. Untuk menandai kolik, biasanya muncul setelah bayi diberi ASI atau susu formula. Mungkin saja saat menghisap, udara ikut masuk ke dalam perut sehingga membuat perutnya terasa sakit. Cara mengatasinya, bisa dengan memijat tubuh belakang bayi dengan harapan udara bisa keluar atau mengoleskan minyak telon ke perutnya supaya hangat sambil terus berusaha menenangkannya.  

  1. Ingin Bersendawa

Bayi yang ingin bersendawa pun dapat membuatnya menangis. Ia merasa perutnya terasa penuh akibat udara yang terperangkap di dalamnya. Biasanya terjadi setelah minum ASI/susu. Bedanya dengan kolik, biasanya tidak disertai rasa sakit, perut hanya terasa penuh. Tangisannya pun tidak sekeras kolik. Untuk mengatasinya segera sendawakan bayi. Caranya, gendong dan posisikan tubuh bayi berdiri di atas dada kita dengan kepala menghadap ke belakang. Lalu tepuk-tepuk pundaknya sampai terdengar suara sendawanya.

Baca Juga: Bukan Hanya Orang Dewasa Yang Suka Pilih-pilih, Anak Juga Lo!

  1. Udara Terlalu Dingin atau Panas

Terutama pada bayi baru lahir, suhu udara di sekelilingnya harus pas. Jika terlalu dingin atau panas ia akan menangis. Sebab ia sedang menyesuaikan dengan lingkungan barunya setelah dilahirkan. Bisa karena suhu pendingin ruangan terlalu rendah sehingga sangat dingin, ventilasi ruangan kurang memadai sehingga panas, pakaian bayi yang terlalu tertutup atau terbuka, atau karena pipisnya sendiri yang membuatnya kedinginan. Ciri-cirinya biasanya bayi tidak bisa tenang, terus menggerak-gerakkan tubuhnya sambil menangis. Cobalah cek suhu ruangan, ventilasi ruangan, pakaian yang dikenakan bayi, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan bayi atau belum.

Halaman:

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB