buah-hati

Bermain Bersama Ayah, Bayi Akan Tumbuh Lebih Cerdas

Rabu, 29 Mei 2024 | 08:12 WIB
Bayi Bermain Bersama Ayah (Pixabay)

SMARTPARENT.ID Bermain merupakan salah satu kebutuhan dasar anak. Bila hal ini dilakukan dengan baik maka pertumbuhan anak akan semakin optimal. Ayah punya peranan yang sangat penting untuk mengajak bayi bermain. Manfaatnya tidak hanya didapat saat aktivitas bermain dilakukan, tetapi juga buat perkembangannya kelak.

Para Ayah, Ayo Ajak Bayi Bermain!

Berdasarkan penelitian, mengajak bayi bermain sangat bermanfaat. Tidak hanya ibu, peran ayah mengajak anak bermain sangat penting dalam meningkatkan IQ anak. Lewat bermain pun bayi bisa belajar mengekspresikan perasaan-perasaannya seperti sedih, marah, gembira, atau kecewa.

Selain itu, banyak keterampilan-keterampilan yang akan diperolehnya melalui bermain. Bayi bereksplorasi terhadap lingkungan melalui panca inderanya seperti mata, telinga, dan perasaan. Misalnya, bayi akan mulai belajar untuk mengenal warna, bentuk, ukuran dan sebagainya lewat bermain.

Bermain bersama ayah, bisa lebih mengakrabkan bayi dengan ayah, mulai belajar terhadap perbedaan-perbedaan jenis kelamin antara ayah dan ibu, juga belajar kalau ia tidak selamanya harus bersama Moms tetapi berhak untuk diperhatikan, disayang oleh ayahnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Orang Dewasa Yang Suka Pilih-pilih, Anak Juga Lo!

Aneka Permainan Bayi dengan Ayah

Ketika ingin bermain bersama bayi, Moms juga ayah perlu menyesuaikan cara bermain atau melakukan permainan dengan usia bayi. Sebab, kemampuan bayi di setiap usia berbeda.

  • Usia 1-4 bulan

Di usia ini bayi biasanya masih dalam posisi tidur telentang atau tengkurap. Cara bermainnya pun menyesuaikan. Salah satu permainan yang bisa dilakukan adalah “ci luk ba.” Tutup wajah dengan tangan lalu buka sambil bilang “ci luk ba.” Manfaatnya, bayi mulai belajar memahami konsep hilang dan ada. Kemudian, dapat pula mengenal bentuk-bentuk emosi yang ditunjukkan lewat mimik ayah. Ada tertawa, gembira, atau sedih.

Sambil bermain ci luk ba, ayah dapat melakukan sentuhan-sentuhan ringan atau menimang-nimangnya. Dengan bermain seperti ini gejolak-gejolak emosi bayi bisa diredakan sehingga anak bisa kembali relaks. Modal ini sangat penting untuk perkembangannya kelak.  

  • Usia 4-7 bulan

Di usia ini biasanya bayi sudah mulai belajar duduk dan sudah dapat menggenggam lebih baik. Bermainnya pun bisa dalam posisi duduk, misalnya dengan mengajaknya bermain mobil-mobilan atau boneka.

Ayah bisa mengajak bayi bermain boneka atau mobil-mobilan. Jenis permainan ini dapat mengembangkan kreativitas bayi. Misalnya pada saat anak mencontoh apa yang dilakukan ayahnya anak akan berusaha untuk mengembangkan daya imajinasinya. Perkembangan fisik motorik halus dan kasar, lewat genggaman dan gerakan, bisa ikut dikembangkan. Dengan begitu anak dapat mengoptimalisasikan perkembangan fisik-motoriknya.

  • Usia 7-12 bulan

Di usia ini biasanya anak sudah mampu merangkak atau berjalan. Dalam fase ini, si ayah dapat memilihkan cara bermain dengan benda-benda yang dapat dimobilisasi, seperti bola, mobil-mobilan yang bisa berjalan, dan sebagainya.

Misalnya, gelindingkan bola dan biarkan anak mengejar dan mengambilnya. Permainan ini dapat melatih koordinasi motorik kasar dan halus lewat pergerakan merangkak, berjalan, serta meraih dan menggenggam. Di samping itu anak juga dapat menyalurkan kelebihan-kelebihan energi yang apabila tidak tersalurkan membuat anak gelisah, lemas, dan lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB