Smartparent.id Bayi bisa mengalami dehidrasi. Penyebanya beragam, bisa karena penyakit diare, pneumonia, atau kurang makan dan minum terutama akibat sakit yang disertai demam dan mual.
Dehidrasi terjadi karena tubuh bayi kehilangan banyak cairan. Di dalam tubuh, sekitar 70% adalah cairan, kalau terlalu banyak yang hilang akan membahayakan. Telat penanganan, nyawa taruhannya.
Manfaat utama cairan bagi tubuh untuk kelancaran aliran darah, membawa oksigen dan bahan yang dibutuhkan ke seluruh tubuh. Seperti ke otak, paru-paru, jantung, dan lainnya. Bila cairan berkurang banyak, maka suplai oksigen dan zat lainnya terganggu membuat kerja organ-organ tubuh tidak maksimal. Jika tak segera ditangani efeknya bisa fatal yakni kematian.
Baca Juga: Menggunting dan Menempel, Aktivitas Seru dan Banyak Manfaat
Sedini Mungkin Deteksi Gejalanya
Karena efeknya yang cukup fatal, sebaiknya Moms dapat mendeteksi sedini mungkin gejala dehidrasi pada buah hati. Ada beberapa gejala jika bayi mengalami dehidrasi, ringan, sedang, dan berat.
Gejala Dehidrasi Ringan
- Berat Badan Turun 5 Persen
Seharusnya berat badan (BB) bayi meningkat karena pertumbuhannya yang sedang pesan. Tetapi yang terjadi sebaliknya, BB bayi turun sampai 5 persen. Tidak selalu dehidrasi tetapi bisa menjadi tanda.
- Menangis Tanpa Air Mata
Bila bayi menangis namun matanya kering, tidak ada air mata, bisa menjadi tanda dehidrasi. Mungkin karena cairan di tubuhnya sudah berkurang yang mengganggu produksi air mata.
- Mulut dan bibir kering
Hampir seluruh tubuh kering. Biasanya terlihat dengan jelas pada mulut dan bibir. Bila mulut dan bibir kering padahal biasanya tidak, mungkin ini gejala dehidrasi.
Baca Juga: Wah, Dedek Bayi Pintar Meniru Ya