5. Praktik Nutrisi yang Buruk
Kurangnya pengetahuan tentang praktik gizi yang sehat, seperti pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan dan makanan bergizi pada anak usia di atas enam bulan, dapat menjadi faktor penyebab stunting.
6. Kondisi Lingkungan yang Tidak Sehat
Faktor lingkungan, seperti sanitasi yang buruk dan air bersih yang sulit diakses, juga dapat berkontribusi terhadap risiko stunting.
Baca Juga: ChildFund International di Indonesia Siap Ciptakan Dunia agar Anak-anak Bisa Dapatkan Hak-haknya
Dampak Stunting
Stunting memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kesehatan dan perkembangan anak, antara lain:
1. Keterlambatan Perkembangan Mental
Anak-anak yang mengalami stunting cenderung mengalami keterlambatan dalam perkembangan kognitif dan kecerdasan.
2. Risiko Penyakit Kronis
Stunting juga meningkatkan risiko anak untuk mengalami penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya di kemudian hari.
Baca Juga: Kini Hadir di Mal Ciputra Cibubur, ini 3 Manfaat Bermain di Play 'N' Learn Bagi Kecerdasan Anak Baca Juga: Agar Tinggi Badan Anak Optimal, Bebas dari Stunting
3. Keterbatasan Potensi Kehidupan
Stunting dapat menghambat potensi anak untuk mencapai kualitas hidup yang optimal, baik dari segi kesehatan maupun prestasi akademik dan sosial.