buah-hati

Belajar dari Kasus LS yang Anaknya Dirampas Suami, Mengapa Hak Asuh Seringkali Diberikan kepada Ibu?

Jumat, 21 Maret 2025 | 17:44 WIB
Ada banyak pertimbangan emosional dan sosial hingga hak asuh anak seringkali diberikan kepada ibu ( u_mcw9i14oxr/pixabay)

SMARTPARENT.ID - Mengapa Hak Asuk Anak Sering Kali Diberikan kepada Ibu?

Secara aturan hukum berdasarkan KHI Pasal 105, hak asuh anak diberikan kepada ibu, utamanya bila anak masih berusia 12 tahun.  Menurut Bunda Lucy Lidiawati Santioso, S.Psi., M.H., Psikolog dari Klinik Smart Talent mengungkapkan, aturan pemberian hak asuh kepada ibu bukan tanpa alasan. Hal ini karena berbagai pertimbangan, termasuk aspek psikologis dan sosial anak.

Beberapa alasan itu antara lain:

  1. Ikatan Emosional yang Kuat Antara Ibu dan Anak

 Ibu sering kali memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dengan anak, terutama pada tahun-tahun awal kehidupan.

Baca Juga: Psikolog Bunda Lucy Bagikan Kiat Agar Anak Tumbuh Sehat Secara Mental dan Emosional

Proses seperti menyusui dan perawatan yang diberikan pada awal kehidupan anak memainkan peran penting dalam membangun ikatan ini, yang cenderung berlanjut sepanjang masa perkembangan anak.

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan emosional yang kuat antara ibu dan anak berperan dalam pengasuhan dan kesejahteraan psikologis anak (Bowlby, 1988).

  1. Peran Ibu dalam Pengasuhan Awal

Secara tradisional, ibu cenderung memiliki peran utama dalam pengasuhan anak, terutama dalam perawatan sehari-hari, seperti memberi makan, mengganti popok, dan memberikan kenyamanan emosional.

Banyak studi menunjukkan bahwa peran ibu dalam pengasuhan anak, khususnya pada masa bayi dan balita, memengaruhi kualitas hubungan ibu-anak dan kesejahteraan anak secara keseluruhan (Cowan & Cowan, 2000).

 Baca Juga: Niko Elektronik Hadirkan Regulator Gas dengan Teknologi Double Seal Terbaru

  1. Stabilitas Emosional dan Lingkungan yang Aman

Ibu sering dipandang sebagai orang yang lebih mampu menyediakan stabilitas emosional dan lingkungan yang aman bagi anak setelah perceraian.

Hal ini terutama penting dalam masa transisi yang penuh tekanan, seperti perceraian, di mana anak membutuhkan rasa aman dan perhatian yang konsisten dari orang tua mereka (Lamb, 2010).

  1. Norma Sosial dan Budaya

 Dalam banyak budaya, peran ibu dalam mengasuh anak masih dianggap lebih penting dibandingkan dengan peran ayah, terutama pada tahun-tahun awal kehidupan anak.

Norma sosial ini mempengaruhi keputusan pengadilan atau pihak berwenang dalam memberikan hak asuh. Meski tren ini mulai berubah seiring dengan meningkatnya kesetaraan gender, dalam banyak kasus, ibu tetap dipandang sebagai pengasuh utama.-

Halaman:

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB