buah-hati

Mau ASI Eksklusif Sukses? Perhatikan Asupan Gizi

Rabu, 26 Februari 2025 | 11:08 WIB
Kebutuhan ASI untuk bayi baru lahir (Freepik/freepic.diller)

Asupan yang bergizi menentukan kesuksesan ASI eksklusif

Jangan beranggapan, usai melahirkan Moms bisa mengabaikan asupan makanannya hanya karena ingin segera langsing. Justru kebutuhan kalori ibu menyusui lebih besar dibanding saat hamil. Jadi, Moms perlu memperhatikan asupan gizi jika ingin program ASI eksklusifnya berhasil.

Baca Juga: ASI Makanan Terbaik, Bayi Harus Mendapatkannya

Butuh Banyak Asupan Kalori
Ibu menyusui perlu 2.500-2.600 kalori per hari, sedangkan ibu hamil hanya 2200-2300 kalori. Penting diketahui, untuk memproduksi ASI sebanyak 850 cc, seorang ibu perlu menambahkan 1.000 kalori dari kebutuhan orang dewasa normal. Tambahan energi ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI, di samping memulihkan kesehatan ibu sendiri usai persalinan.
Dengan demikian, kebutuhan akan zat gizi harus terpenuhi. Setiap kali makan selalu memenuhi 4 sehat 5 sempurna atau makanan bergizi seimbang, beragam, dan bervariasi yang terdiri dari sumber tenaga (karbohidrat), zat pembangun (lemak dan protein), dan zat pengatur (vitamin dan mineral).
Prinsip ini perlu diutamakan karena semua zat gizi yang dibutuhkan hanya bisa tercukupi dari keanekaragaman sumber pangan yang dikonsumsi dalam porsi seimbang sesuai kebutuhan. Ingat, kualitas gizi yang dikonsumsi mempengaruhi kualitas ASI. Artinya, kalau kualitas ASI buruk karena gizi ibu buruk, otomatis bayinya pun mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, juga akan mengganggu kecerdasannya kelak.

Agar tetap prima selama menyusui, ibu juga harus segera mengatasi gangguan kesehatan yang datang. Sebab, adakalanya keinginan kuat agar sukses memberi ASI eksklusif mengalami kendala gara-gara kondisi kesehatan ibu terganggu. Supaya tetap sehat dan bugar, lakukan olahraga ringan dan hindari hal-hal yang dapat mendatangkan penyakit. Misalnya berdekatan dengan orang yang sedang kena influensa atau tidak rajin menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

Baca Juga: Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Gagal ASI Eksklusif karena Kurang Memahami

Badan dunia yang bernaung dibawah PBB, yaitu WHO, UNICEF, dan WHA (World Health Assembly) pada tahun 1989 menerbitkan buku berjudul Protecting, Promotion and Supporting Breasfeeding: The Special Role of Maternity Services. Isinya mengingatkan, betapa pentingnya bagi setiap ibu untuk memberi hanya ASI (eksklusif) pada bayinya yang baru saja dilahirkan sampai berusia 6 bulan.
Para ahli di 3 lembaga Internasional ini sibuk mengampanyekan pentingnya menyusui mengingat dari catatan mereka, setidaknya, setiap tahun ada  1-1,5 juta bayi di dunia meninggal dalam usia kurang dari 1 tahun karena tidak diberi ASI eksklusif. Angka ini cukup mengenaskan mengingat bayi-bayi yang kelak akan menjadi generasi penerus itu, harus "gugur sebelum berkembang".
Sayangnya, pemberian ASI oleh para ibu di Indonesia, belum seperti yang diharapkan. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1997, baru 52 persen ibu yang memberi ASI eksklusif pada bayinya. Bahkan masih banyak ibu tidak menyusui bayinya dengan berbagai alasan.

Baca Juga: Yuk Moms Cari Tahu Penyebab Kenapa Anak Sulit Dipakaikan Baju

Pada kasus pemberian ASI eksklusif, umumnya karena kurangnya pengetahuan ibu tentang keunggulan ASI, kurangnya motivasi untuk menyusui, penatalaksanaan menyusui yang salah, khususnya di tempat ibu bersalin. Bagi ibu yang sedang hamil, khususnya anak pertama, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang segala keunggulan ASI untuk menimbulkan motivasi menyusui.
Perlu diketahui, penggunaan ASI yang dianjurkan selain ASI eksklusif adalah pemberian ASI yang diteruskan sampai anak berusia 2tahun, bersama dengan makanan tambahan yang tepat.

Tags

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB