Moms, berkan ASI pada bayi, Itu haknya.
SMARTPARENT.ID Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik yang dapat diberikan seorang ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya. Karena itu amat dianjurkan memberi hanya ASI (eksklusif) sampai bayi berumur 4-6 bulan. Menurut para ahli, sampai usia 6 bulan bayi belum membutuhkan minuman atau makanan selain ASI. Artinya, bayi hanya memperoleh susu ibu saja tanpa tambahan cairan, baik itu susu formula, jeruk, madu, air teh, bahkan air putih sekalipun. Bayi juga tidak diberi makanan padat lain seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim, dan lain-lain.
Manfaat pemberian ASI eksklusif sangat banyak. Antara lain sebagai
nutrisi terbaik, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kecerdasan serta jalinan kasih sayang (bonding). Pendek kata, memberi ASI amat banyak manfaatnya. Bayi menjadi tumbuh lebih optimal dan sehat, tidak kegemukan atau terlalu kurus. Yang utama, bayi akan sehat karena di dalam ASI ada antibodi yang tidak terdapat pada susu formula.
Baca Juga: Pintar Menyusun Passel, Pertanda Kecerdasan Spasial Anak Sangat Bagus
Nutrisi Terbaik Bayi
Mengapa ASI sangat penting dan menjadi yang terbaik buat bayi? Dibandingkan dengan susu formula, ASI lebih banyak memberi keuntungan. Itu karena ASI mengandung kebutuhan nutrien yang lebih lengkap dengan kualitas, kuantitas, dan komposisi ideal untuk pertumbuhan, kesehatan, serta kecerdasan bayi.
Penelitian juga menunjukkan, ASI memiliki kandungan yang sulit ditandingi oleh susu formula mana pun. Terutama karena ASI mengandung protein khusus, yaitu taurin, yang dapat membuat pertumbuhan sel otak menjadi lebih optimal. Dari semua jenis nutrisi yang ada dalam ASI, yang terbesar adalah lemak (50 persen). Ada lebih dari 200 jenis lemak di dalam ASI. Di antaranya, jenis asam lemak utama yang memberikan kontribusi 90-95 persen dari total lemak ASI. Di antaranya yang penting adalah LCPUFA ( asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda) dengan dua nutrisi utamanya yaitu DHA (asam dokosaheksaenoat) dan ARA (asam arakhidonat).
Baca Juga: Ini Ciri-ciri Anak yang Memiliki Kecerdasan Spasial yang Baik
Para ilmuwan percaya, DHA dan ARA pada ASI berperan penting pada perkembangan kognitif bayi, ketajaman penglihatan, dan pertumbuhan. Di samping itu, dibandingkan bayi yang mendapat susu formula, bayi yang memperoleh ASI memiliki kadar LCPUFA yang lebih tinggi pada plasma, sel darah merah dan jaringan tubuh yang mampu merangsang petumbuhan sistem kekebalan tubuh pada bayi.
Bayi Akan Memiliki Daya Tahan Tubuh Optimal
ASI menjadi penting di hari-hari pertama kehidupan bayi. Bukan untuk bayi tumbuh, melainkan sebagai "tameng" menggantikan badan sang ibu. Bayi yang baru lahir, secara alamiah mendapat zat kekebalan dari ibunya melalui plasenta/ari-ari. Tapi akan cepat menurun setelah bayi lahir. Sedangkan kemampuan bayi membuat pertahanan tubuhnya sendiri masih lemah.
Selanjutnya, akan terjadi kesenjangan daya tahan tubuh. Ini dapat diatasi bila bayi diberi ASI. Apalagi ASI di hari-hari pertama mengandung kolostrum. Bahan ini (terdapat pada ASI di hari 1 hingga 14) mempunyai kandungan vitamin dan perlindungan yang diperlukan untuk daya tahan tubuh. Oleh karena itu ASI melindungi bayi dari gangguan usus dan pencernaan, berbagai penyakit infeksi bakteri, virus dan jamur, serta memperkecil kemungkinan keluhan alergi.
Tak perlu cemas jika ia buang air 10-15 kali dalam sehari di bulan pertama. Itu bukan diare, penyakit, atau ASInya tak cocok, melainkan di dalam kolostrum terdapat pencahar. Kendati sering BAB, berat badannya tak akan turun bahkan akan tetap naik. Sudah dibuktikan melalui penelitian, sistem kekebalan yang ditumbuhkan lewat ASI eksklusif, membuat angka kematian (mortalitas) dan angka terkena penyakit (morbiditas) bayi penerima ASI eksklusif jauh lebih kecil dibanding bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.
Baca Juga: Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!
Akan Tubuh Cerdas dan Mandiri
Manfaat ASI eksklusif lainnya adalah meningkatkan kecerdasan bayi. Penelitian yang dilakukan pada 1993 di Amerika Serikat menunjukkan, anak usia 7 tahun yang dulunya mendapat ASI eksklusif, mempunyai IQ dengan poin 8,3 lebih tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan, ASI yang notabene susu manusia, diperuntukkan untuk otak manusia. Jadi, ada zat-zat khusus untuk pembentukan sel otak yang tidak bisa didapat dari susu sapi.
Mengingat perkembangan kecerdasan berkaitan erat dengan pertumbuhan otak, maka jelas bahwa faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak bayi/anak adalah nutrisi atau gizi yang diberikan. Pada dua tahun pertama kehidupan anak, otak akan tumbuh dengan pesat. Kesempatan ini harus dipergunakan sebaik-baiknya agar bayi dapat menerima nutrisi dengan kualitas dan kuantitas optimal. Bila bayi menderita kekurangan gizi berat pada masa pertumbuhan otak cepat ini, sel otak akan berkurang sebanyak 20 persen. Gangguan gizi pada periode ini dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif.
ASI eksklusif juga meningkatkan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayinya. Jika di dalam kandungan bayi merasa aman dan terlindungi, kini ketenteraman itu diperolehnya lewat kontak kulit ke kulit ibunya. Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu pada waktu menyusui, akan merasakan kasih sayang ibunya, merasa aman dan tenteram, terutama saat ia mendengar detak jantung ibunya. Perasaan aman, dilindungi dan dicintai ini, kelak akan membuat anak tumbuh sehat, cerdas dan mandiri.
Baca Juga: Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan