SMARTPARENT.ID - Saat bayi Anda dirawat di rumah sakit, kami mungkin perlu melakukan prosedur yang menyakitkan untuk tujuan pemantauan dan pengobatan. Salah satunya prosedur pemberian sukrosa. Bagaimana Sukrosa membantu menghilangkan rasa sakit pada bayi? Yuk simak uraiannya.
Prosedur yang menyakitkan mungkin termasuk pengambilan darah dan pemasangan kanula intravena, pemberian suntikan intravena, dan pelepasan pita perekat.
Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi memang mengalami rasa sakit dan pengalaman yang mereka alami saat masih bayi dapat memengaruhi reaksi mereka terhadap rasa sakit di kemudian hari. Oleh karena itu kami bertujuan untuk mencegah atau meminimalkan potensi ketidaknyamanan yang mungkin dialami bayi Anda.
Bagaimana kita bisa meminimalkan rasa sakit?
Penggunaan Sukrosa, suatu larutan gula, selain tindakan lain seperti memeluk atau menggunakan dot, atau jari bersarung bersih untuk diisap bayi dapat memberikan kenyamanan dan meminimalkan rasa sakit. Jika memungkinkan, kami mencoba mengelompokkan prosedur apa pun dalam perawatan bayi Anda agar ada waktu istirahat yang lama di antaranya.
Tes darah dan suntikan dilakukan seminimal mungkin, menggunakan jarum yang paling halus dan mengambil darah dalam jumlah yang paling sedikit.
Baca Juga: Gula Pengaruhi Fungsi Otak, Benarkah? Begini Faktanya
Penelitian telah menunjukkan bahwa menggabungkan metode-metode ini efektif dalam mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan jangka pendek.
Bagaimana Sukrosa membantu menghilangkan rasa sakit?
Sukrosa adalah larutan oral bebas pengawet dan merupakan bentuk gula yang khusus disiapkan untuk bayi kecil. Rasa manis dari larutan ini dipercaya dapat memicu pelepasan obat pereda nyeri yang diproduksi secara alami oleh tubuh.
Ini banyak digunakan di seluruh dunia untuk menghilangkan rasa sakit pada bayi kecil. Penelitian telah menunjukkan bahwa sukrosa efektif dalam mengurangi tanda-tanda nyeri termasuk mengurangi seringai dan mengurangi tangisan.
Bagaimana sukrosa diberikan?
Sukrosa hanya efektif jika diberikan melalui mulut pada bagian depan lidah bayi (tempat sebagian besar indera perasa berada). Bisa juga diberikan dalam bentuk boneka. Ini tidak efektif bila diberikan melalui selang makanan.