Smartparent.id Ayah punya peranan yang sama penting dengan moms dalam merawat bayi. Tak masalah, bila ayah ikut mengganti popok, membuatkan susu, menggendong, atau memandikan, dan lainnya.
Seorang ayah yang peduli dengan perawatan bayinya, menghasilkan banyak hal positif baik untuk bayi, istri, maupun dia sendiri.
Baca Juga: Soal Es Krim Magnum yang Ditarik Unilever Beredar di Inggris dan Irlandia, Begini Komentar BPOM
- Tambah Lekat dengan Ayah
Terbangun kelekatan antara ayah dan buah hatinya. Ia merasa dia memiliki sesuatu yang sangat berharga yang memerlukan perhatian begitu besar sehingga ia ingin selalu berada di sisi bayinya. Secara psikis pun bayi merasa tentram karena mendapat sosok selain ibu yang secara konsisten memperhatikannya.
- Bayi akan Tambah Pede
Sosok ayah identik dengan sikap jantan. Secara naluriah, ketika merawat, ayah akan memunculkan sikap-sikap seperti itu. Bayi pun merasa bahwa sosok yang berbeda dengan ibunya ini memberikan rasa aman, perlindungan, ketentraman, lewat tangannya yang kekar. Bila bayi mendapat sosok yang dapat membuatnya terlindungi maka sangat baik untuk perkembangan psikisnya selanjutnya.
Ketika ayah mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi si bayi, akan membantu mengasah kemampuannya beradaptasi. Lalu, anak pun akan lebih mudah bersosialisasi dengan berbagai karakter manusia. Dengan begitu secara otomatis rasa percaya diri anak pun akan tumbuh lebih kuat yang akhirnya bisa membuatnya lebih baik meningkatkan berbagai kemampuan yang dimilikinya.
- Karakter Bayi Tumbuh dengan Baik
Karakter ibu dan ayah berbeda. Melihat perbedaan ini setiap hari, akan mempengaruhi pembentukan kepribadian atau karakter bayi di kemudian hari. Soalnya, ketika ayah merawat bayi, tak hanya keterampilan tangan yang dipertunjukkan tetapi juga berbagai aspek seperti emosi, karakteristik seorang laki-laki, intelektual, dan lainnya.
Bagi bayi laki-laki, hal ini bisa menjadi panduan yang menjadi dasar untuk membentuk kepribadiannya kelak. Nah, lewat keterlibatan ini pun, si bayi dapat melihat bahwa yang diterimanya bukan hanya hal-hal yang bersifat halus atau lembut melainkan juga hal-hal yang berbau "kasar" yang dapat membuat anak lebih percaya diri, berani, dan mudah berinteraksi.
- Ayah menjadi Sosok Panutan
Bila ayah pandai melakukan pendekatan dengan anak lewat perilaku positif yang ditunjukkannya, berdasarkan penelitian, banyak anak laki-laki maupun perempuan punya kecenderungan yang sama besar untuk menjadikan ayahnya sebagai panutan.
Baca Juga: Game Online Asyik, Tapi Gangguan Kesehatan Mata Mengintai
Harus ada Kemauan dan Komitmen dari Ayah
Namun karena kesibukan membuat banyak ayah tak sempat merawat bayi. Tetapi, betapapun sibuknya, idealnya ayah tetap memberikan waktunya untuk memberikan perhatian ke buah hatinya. Harus ada kemauan dan komitmen kuat untuk merawat bayi. Dengan begitu manfaat pun bisa didapat bayi.
Selain masalah waktu, banyak ayah yang merasa bahwa dirinya tidak mampu merawat bayinya. Biasanya hal ini timbul karena di awal perawatan, ayah tidak berusaha untuk menyediakan waktu untuk ikut merawat bayi. Bila sejak awal ayah tidak berusaha nimbrung, ayah sulit untuk bisa pede merawat bayi.
Karena itu, sejak awal ayah harus berusaha peduli dengan apa yang dilakukan moms ketika merawat bayi, entah ketika mengganti dan mencuci popok, memandikan, membuatkan susu, dan sebagainya. Nah, moms pun harus memberikan contoh dan mengajari bagaimana melakukan pekerjaan tersebut sehingga ayah belajar dan mampu melakukannya.