SmartParent.id - Saat ini, tantangan mengajak anak membaca jauh lebih sulit. Sebab kita harus bersaing dengan tayangan televisi, aneka game di gadget anak, live streaming di sosial media, dan lainnya. Perlu kerja keras supaya anak mau melirik buku dan membacanya.
Berikut adalah 8 kiat supaya anak mau dengan mudah diajak membaca.
- Minta anak untuk melepas gadgetnya sehingga ia fokus membaca. Buatlah kesepakatan tentang penggunaan gadget. Misalnya hanya di hari libur atau jam-jam tertentu saja. Dengan kesepakatan yang sudah dibuat akan lebih mudah bagi kita meminta anak menyimpan gadgetnya.
- Sesuaikan buku dengan usia anak. Misalnya, di usia bayi, berikan buku-buku bayi seperti buku bantal atau buku plastik untuk ia pegang. sementara di usia prasekolah, bisa memberikan buku-buku kertas, berisi tentang binatang, sayuran, makanan, benda-benda menarik, kendaraan, dan lainnya yang bisa mendukung kemampuan membaca anak.
- Berikan kesempatan pada anak untuk memilih buku yang disenangi. Pilihan yang sesuai selera akan membuatnya membaca tanpa harus dipaksa. Jika ia tak mau memilih, pilihkan buku yang menurut kita menarik buat anak, buku dengan aneka gambar misalnya.
- Jangan pernah memaksa anak untuk mau didongengi atau membaca buku sendiri. Semakin dipaksa maka anak semakin menolak. Sebaiknya berikan contoh bahwa kita sangat menyukai membaca.
- Isilah waktu senggang kita dengan membaca buku dan biarkan anak melihatnya. Ambillah buku cerita anak, membacalah di depannya kemudian ceritakan isinya. Rangsang ia membuat pertanyaan sehingga terjadi dialog.
- Kita tidak perlu mengajak anak membaca dalam waktu yang lama cukup 5-10 menit sehari. Terlalu lama membaca membuatnya bosan dan akan susah diajak membaca berikutnya.
- Pilih waktu dimana anak senang diajak membaca buku, misalnya setelah makan pagi dimana anak sedang segar bugar. Atau boleh saja setiap menjelang tidur siang atau malam dengan membacakan dongeng.
- Ciptakan acara membaca itu adalah acara yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu anak. Bisa dengan beragam cara, mulai dari memilih buku yang menarik seperti berwarna-warni, covernya unik, gambarnya bagus, ceritanya menarik, hingga pembawaan kita saat membacakan buku. Jika unsur-unsur ini kita perhatikan akan membuat anak senang dan penasaran. Sebaliknya, jika aktivitas ini tak menarik, membacanya malas-malasan misalnya, anak akan bosan dan tak mau dibacakan buku.
Berikan apresiasi positif jika anak menunjukan antusianya pada sebuah buku. “Kamu senang dengan buku itu? Ceritanya bagus kan!” misalnya. Boleh juga memujinya jika anak sudah melakukan tindakan yang baik dengan membaca sebuah buku.