SmartParent.id - Alergi susu sapi adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Mengenali gejala alergi susu sapi sangat penting agar dapat menghindari konsumsi susu atau produk turunannya yang dapat memicu reaksi alergi.
-
Berikut gejala alergi susu sapi ringan dan sedang, yang biasanya muncul satu atau lebih gejala di bawah ini seperti diungkapkan Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, Sp.A (K) dalam sesi diskusi khusus bertema “Alergi Bukan Halangan Bagi Anak Wujudkan Potensi” yang diadakan Morinaga dalam rangka World Allergy Week.
- Regurgitasi berulang, muntah, diare, konstipasi (dengan atau tanpa ruam perianal), darah pada tinja.
- Anemia defisiensi besi.
- Dermatitis atopik, angioedema, urtikaria.
- Pilek, batuk kronik, mengi.
- Kolik persisten (>3 jam/hari, >3 hari /minggu selama lebih dari 1 minggu).
Gejala Alergi Susu Sapi Berat, yang biasanya punya satu atau lebih gejala di bawah ini:
- Gagal tumbuh karena diare dan atau regurgitasi, muntah dan atau anak tidak mau makan.
- Anemia defisiensi besi karena kehilangan darah di tinja.
- Enteropati karena kehilangan protein (hipoalbuminemia), kolitis ulseratif kronik yang sudah terbukti melalui endoskopi atau histologi.
- Dermatitis atopik berat (eksim sangat parah)
- Laringoedema akut, obstruksi bronkus dengan kesulitan bernapas. Laringoedema akut adalah kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan tiba-tiba pada area laring atau pita suara, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan mengeluarkan suara.
- Syok anafilaksis. sebagai respons terhadap zat alergen tertentu. Ini adalah reaksi sistemik yang melibatkan pelebaran pembuluh darah, penurunan tekanan darah, kesulitan bernapas, dan gatal-gatal parah.
Gejala Alergi Susu Sapi pada Bayi
Gejalanya antara lain diare, konstipasi, regurgitasi, muntah, darah dalam tinja, ruam, bengkak bibir dan kelopak mata (angioedema) dan eksim
Gejala yang sering menghawatirkan orang tua pada batyi adalah kolik. Saat kolik, bayi dapat menangis meraung-raung karena kesakitan selama berjam-jam.
Gejala berat pada bayi : Anafilaksis, yang dapat mengancam nyawa.