GARUT, SMARTPARENT.ID - Menangis adalah cara utama bayi dalam berkomunikasi, terutama di awal-awal bulan.
Karena belum bisa berbicara, bayi menggunakan tangisan untuk menyampaikan kebutuhan, rasa tidak nyaman, hingga emosinya.
Dan setiap tangisan bayi itu memiliki makna tertentu yang dapat dipahami oleh orang tua melalui pola, nada dan situasi saat bayi menangis.
Baca Juga: PT Kalventis Sinergi Farma Perkuat Perlindungan Keluarga Lewat Edukasi Vaksin Dewasa dan EV71 HFMD
Mengapa Bayi Menangis?
Menurut American Academy of Pediatrics, menangis merupakan perilaku normal pada bayi.
Bahkan, bayi baru lahir dapat menangis selama 1–3 jam setiap hari.
Dengan menangis, bayi dapat terbantu untuk mendapatkan perhatian dan memenuhi kebutuhan dasarnya.
Baca Juga: Kulit Cerah dan Awet Muda Dimulai dari Pola Makan, Ini Nutrisi yang Dibutuhkan Kulit
Dokter anak juga menjelaskan bahwa bayi tidak menangis “tanpa alasan”. Biasanya ada kebutuhan fisik atau emosional yang sedang dirasakan.
Arti Tangisan Bayi
1. Lapar
Menangis karena lapar biasanya dimulai dengan perlahan, lalu semakin keras jika tidak segera ditanggapi. Bayi juga sering menunjukkan tanda lain seperti:
- Mengisap jari
- Membuka mulut
- Menggerakkan kepala ke kanan dan kiri
Baca Juga: Dugaan Kekerasan yang Libatkan Selebgram Woodyrman di Blok M Jaksel, Korban Dipukul hingga Tewas
Dan menangis karena lapar ini sebaiknya dikenali sebelum bayi terlalu panik agar proses menyusui lebih mudah.
2. Popok basah atau tidak nyaman
Bayi memiliki kulit yang sangat sensitif. Sehingga popok basah, pakaian terlalu panas, dingin, atau posisi tidur yang tidak nyaman dapat membuat bayi menangis.
Tangisan ini biasanya terdengar pendek-pendek dan berhenti setelah sumber ketidaknyamanan diatasi.
Baca Juga: Gunakan Website Cambridge Dictionary Jika Anda Ingin Belajar Bahasa Inggris dari Sumbernya
3. Mengantuk
Sebagian bayi justru menangis ketika lelah dan ingin tidur. Karena bayi yang terlalu lelah akan lebih sulit tertidur sehingga semakin sering menangis.
Tanda lainnya meliputi:
- Mengucek mata
- Menarik telinga
- Tatapan kosong
- Menguap berulang kali
4. Ingin perhatian dan rasa aman
Psikolog perkembangan anak menjelaskan bahwa bayi membutuhkan kedekatan emosional dengan orang tuanya.
Saat digendong, mendengar suara ibu, ayah, atau dipeluk, bayi akan merasa lebih aman.
Karena itu, menangis bukan berarti bayi “manja”, melainkan bagian dari kebutuhan emosional yang sehat.
5. Sakit
Menangis karena sakit biasanya terdengar lebih keras, tajam, atau berbeda dari biasanya.
Baca Juga: Catin Korban WO Marwah Ungkap Kekecewaan, Rumah Owner Sudah Kosong 2 Bulan
Bayi juga mungkin sulit ditenangkan meski sudah digendong atau diberi susu.
Orang tua perlu waspada jika tangisan disertai:
- Demam
- Muntah
- Sulit bernapas
- Tubuh lemas
- Tidak mau menyusu
Jika tanda tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter.
Pentingnya Orang Tua Memahami Tangisan Bayi
Baca Juga: Seberapa Besar Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Karakter Anak?
Respons cepat dan penuh perhatian terhadap tangisan bayi dapat membantu membangun rasa aman dan ikatan emosional yang kuat.
Artikel Terkait
NUBIKO Physical Sunscreen Hadir: Perlindungan Nyata untuk Si Kecil yang Selalu Aktif
Ingin Membiarkan Bayi Anda Belajar Makan Sendiri? Berikut Tahapan Sesuai Usianya
Cara Mengedukasi Anak agar Tidak Mudah Percaya kepada Orang dan Mengenali Situasi Bahaya
Pada Usia Berapakah Idealnya Seorang Anak Diajarkan Bahasa Kedua?
Pentingkah Membuat Anak Mengikuti Banyak Les Tambahan?