Meskipun memiliki banyak manfaat, terlalu banyak les tambahan juga dapat memberikan dampak negatif.
Jadwal yang terlalu padat berpotesi membuat anak merasa lelah secara fisik maupun mental.
Baca Juga: Pentingkah untuk Menjaga Kesehatan Mental Karyawan di Tempat Kerja?
Setelah seharian belajar di sekolah, anak sebenarnya masih membutuhkan waktu untuk beristirahat dan bermain.
Karena anak yang terlalu sibuk juga bisa kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kecilnya.
Ditambah, bermain merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang anak karena dapat membantu perkembangan kreativitas, emosi dan juga kemampuan sosial.
Baca Juga: Rekomendasi Menghabiskan Liburan ala Gen Z, Menonton Film jadi Kegiatan Populer
Selain itu, tekanan untuk terus belajar dapat membuat anak merasa stres.
Bahkan, beberapa anak mengikuti les bukan karena keinginan sendiri, melainkan karena tuntutan orang tua.
Jika hal tersebut berlangsung secara terus-menerus, hal ini dapat menurunkan motivasi belajar anak.
Baca Juga: Jembatan Apung di Aceh Tengah Mulai Rusak, Siswa Nyaris Terseret Arus Dibantu Gurunya
Yang Terpenting adalah Kebutuhan Anak
Tidak semua anak membutuhkan banyak les tambahan sehingga orang tua sebaiknya memahami kebutuhan, kemampuan dan minat anak terlebih dahulu.
Jika anak sudah mampu mengikuti pelajaran sekolah dengan baik, les yang terlalu banyak mungkin sudah tidak lagi diperlukan.
Daripada memaksakan berbagai kelas tambahan, lebih baik memilih les yang benar-benar bermanfaat dan disukai anak.
Baca Juga: Operasi Plastik Hidung atau Rhinopasti: Prosedur, Risiko, dan Hal yang Wajib Diketahui
Karena kualitas pembelajaran lebih penting dibanding jumlah les yang diikuti.
Ditambah, anak juga tetap membutuhkan keseimbangan antara belajar, bermain, beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.
Artikel Terkait
Carpenter’s Bakehouse Hadirkan Pastry Klasik yang Cocok untuk Quality Time Keluarga
NUBIKO Physical Sunscreen Hadir: Perlindungan Nyata untuk Si Kecil yang Selalu Aktif
Ingin Membiarkan Bayi Anda Belajar Makan Sendiri? Berikut Tahapan Sesuai Usianya
Cara Mengedukasi Anak agar Tidak Mudah Percaya kepada Orang dan Mengenali Situasi Bahaya
Pada Usia Berapakah Idealnya Seorang Anak Diajarkan Bahasa Kedua?