Bangun Dunia yang Inklusif, Workshop Ajak Orang Tua Lebih Peduli pada Fasilitas Ramah Disabilitas

Photo Author
Saeful Imam, Smart Parent
- Senin, 14 April 2025 | 20:55 WIB
Peserta berfisik normal menjajal penggunaan kursi roda manual pada workshop TransNusa peduli disabilitas yang dibimbing arsitek penyandang disabilitas berkursi roda Christie Damayanti (berdiri berbusa (Transnusa peduli)
Peserta berfisik normal menjajal penggunaan kursi roda manual pada workshop TransNusa peduli disabilitas yang dibimbing arsitek penyandang disabilitas berkursi roda Christie Damayanti (berdiri berbusa (Transnusa peduli)

SMARTPARENT.ID - ARSITEK penyandang disabilitas pengguna kursi roda Christie Damayanti menyebut bahwa Indonesia bisa meniru Jepang dan Singapura.

"Jepang, khususnya, memberi perhatian khusus kepada penyandang disabilitas," kata Christie Damayanti saat berbicara pada workshop berjudul "TransNusa Ramah Disabilitas" di Perkantoran Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta (T3 Bandara Soetta), Cengkareng, Jakarta, Senin (14/4/2025).

Christie Damayanti, blogger laman Kompasiana.com memberi contoh bahwa di tempat umum semisal stasiun kereta api di Jepang, tersedia travelator kecil di tangga berundak.

Baca Juga: A Wishful Market: Kolaborasi EduALL & Make-A-Wish® Indonesia, Mengubah Kreativitas Siswa Menjadi Aksi Nyata

Travelator ini dibuat khusus untuk penyandang disabilitas naik dan turun, berpindah lantai.

Masih di Jepang, fasilitas untuk penyandang disabilitas yang ada di mana-mana adalah ramp atau pegangan dari besi.

Ramp biasanya memudahkan penyandang disabilitas berpegangan.

Di negara itu, ada juga penanda kuning (guiding block) di lantai yang terpasang dengan baik bagi orang buta.

"Di Terminal Bus Shinjuku Jepang ada juga penanda bagi penyandang disabilitas yang berwarna mencolok dan terlihat," tutur arsitek di balik megahnya Central Park di Jakarta Barat.

Baca Juga: Dari Wok ke Hati, TWELVE Chinese Dining Perkenalkan Menu Baru yang Soulful dan Elegan

Untuk membangun fasilitas ramah difabel, imbuh Christie Damayanti, selanjutnya, para pemangku kepentingan, wajib mencermati empat hal.

Keempatnya adalah keselamatan, kenyamanan, kesederhanaan, dan kegunaan.

"Pedoman-pedoman ini penting untuk membangun fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas di gedung maupun di jalan misalnya trotoar," pungkas Christie Damayanti.

Editor: Saeful Imam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Menghadapi Baby Blues Syndrome

Kamis, 14 Agustus 2025 | 08:08 WIB

Apakah Perlu Birth Plan? Ini Penjelasannya

Senin, 4 Agustus 2025 | 13:27 WIB
X