SMARTPARENT.ID Biasanya, batita yang menunjukkan kasih sayang ke adiknya, secara mental ia telah dipersiapkan dengan baik. Persiapan biasanya dilakukan sejak adik bayi berada di dalam kandungan, kemudian dilanjutkan saat bayi lahir. Selain itu, sikap orangtua yang bijak dan adil kepada mereka berdua ikut berperan dalam menguatkan perilaku sayang batita ini. Tak dipungkiri, meski persiapan yang sudah dilakukan tak selalu berhasil membuat si kakak menyayangi adiknya kerena berbagai penyebab, persiapan yang tak berjalan mulus misalnya. Apalagi jika tak dipersiapkan, biasanya yang cenderung muncul perilaku cemburu kakak kepada adik bayinya. Ia merasa perhatian yang selama ini diberikan oleh orangtua atau orang di sekelilingnya direbut oleh adiknya.
Baca Juga: Mau Tubuh Anak Sehat? Pastikan Ia Cukup Tidur
Persiapan supaya kakak menyayangi adiknya perlu dilakukan karena tidak semua batita senang menjadi kakak. Banyak hal yang membuat mereka tak suka, misalnya ia menganggap adiknya sebagai saingan untuk mendapatkan perhatian dari orangtua, cemburu karena kita dianggap lebih memperhatikan adik bayi, ia yang biasanya bisa leluasa bermain dengan kita kini tidak lagi bisa seleluasa dulu, ditambah sikap egosentrinya yang masih kuat. Berikut adalah persiapan yang perlu dilakukan supaya si kakak bisa menyayangi adik bayinya.
- Persiapkan Sejak di Dalam Kandungan
Kenalkan kakak kepada calon adiknya yang masih berada di dalam kandungan. Katakan padanya bahwa di dalam perut Mama ada adik bayi. “Ini adik kamu, nanti ajak dia main ya!” misalnya. Minta anak untuk mengelus perut Mama, mengajak janin bicara, memperlihatkan gerakan-gerakan janin, dan sebagainya. Sangat baik jika kita mengajak si kakak kontrol ke dokter kandungan dan memperlihatkan layar USG. “Itu adikmu Kak!” misalnya. Meski belum terlihat jelas namun setidaknya anak mendapat gambaran bahwa di dalam perut Mama memang ada calon adiknya.
- Biarkan Anak Memilih Perlengkapan Bayi
Bayi butuh banyak perlengkapan, mulai dari kaus kaki hingga topi. Ajak anak untuk memilihkan perlengkapan tersebut dengan mengajaknya ke toko pakaian bayi. Minta pendapat anak, mana baju, celana, selimut, topi, yang biarkan anak memilihkannya untuk calon adiknya. Tentu, kita perlu memandu, misalnya letakkan dua pakaian yang sudah kita pilih sebelumnya kemudian minta si kakak memilih mana yang lebih cocok. “Bagusnya yang warna biru atau merah ya Kak?” misalnya.
Baca Juga: 5 Langkah Efektif Agar Anak Tidak Tidur Larut Malam
- Libatkan Anak Mengasuh Adik
Kita perlu melibatkan kakak dalam pengasuhan bayi. Keterlibatan ini diperlukan supaya kepedulian kakak kepada adiknya terus terpupuk meski sekadar menemani bayi yang sedang tidur. “Kakak, yuk kita temani adik tidur!” misalnya. Namun perlu dilihat juga mood dan kemampuan si kakak. Jika moodnya sedang tidak bagus, sedang rewel misalnya, jangan libatkan ia. Atau ia tidak mampu mengambilkan popok di lemari, sebaiknya tidak memintanya.
- Bangun Sosok Kakak
Kita perlu membangun sosok kakak pada batita untuk memberikan pemahaman bahwa sekarang ia sudah menjadi kakak. Bisa dimulai sejak calon adiknya masih di dalam kandungan. Misalnya, ubah panggilan menjadi kakak bukan adek lagi, jelaskan kepadanya bahwa ia akan menjadi kakak, gambarkan sosok kakak itu seperti apa, dan sebagainya. Dengan begitu anak akan lebih siap memiliki adik dan ia akan lebih menyayanginya.
- Rayakan Momen Kakak
Kerapkali, kita hanya merayakan kedatangan si bayi ke dunia. Misalnya, tujuh bulanan kehamilan, momen injak rumput, momen memberi nama, dan sebagainya. Sebaiknya, jadikan pula momen ini sebagai perayaan si kakak. Misalnya, momen tujuh bulanan juga menekankan bahwa batita akan atau telah menjadi kakak. Dengan begitu si kakak juga ikut merasa terlibat dalam perayaan tersebut. Jika kita hanya fokus pada adik bayinya mungkin si kakak akan cemburu yang berpengaruh terhadap rasa sayangnya ke adik.
Baca Juga: 5 Tips Memilihkan Sekolah untuk Anak
- Jangan Ubah Kebersamaan
Sebelum adik bayi lahir mungkin kita punya kebiasaan yang dilakukan bersama-sama, membaca buku cerita misalnya. Sebaiknya jangan hilangkan kebiasaan ini, tetap lakukan dengan baik. Dengan begitu anak tidak merasa ditinggalkan. Jika kita hanya fokus kepada adik bayi dikhawatirkan ia cemburu dan memusuhi adiknya.
- Atasi Sikap Egosentrisnya
Di usia batita, sikap egosentris anak masih sangat kuat. Wajar jika perilaku mau menang sendirinya kadang muncul. Misalnya, ia minta didongengi padahal kita sedang menyusui adik dan ia tidak mau mengalah. Tak selayaknya kita marah karena banyak cara untuk memberikan pengertian kepada si kakak. Misalnya, minta papanya, pengasuhnya, atau mungkin kakek/neneknya untuk sementara mendongeng selama Mama masih menyusui. Atau jelaskan ke anak kalau kita harus menyusui, setelah itu akan mendongenginya. Intinya, cari cara bagaimana supaya si kakak tidak merasa ditinggalkan sehingga ia bisa tetap menyayangi adiknya.