- Butuh Waktu Beradaptasi
Sebaiknya, ketika pengasuh mulai bekerja di rumah, kita jangan langsung meninggalkan anak sepenuhnya bersama pengasuh tetapi harus memantau dahulu setiap kegiatan anak bersama pengasuh, mulai dari mandi, makan, tidur, dan seterusnya. Sangat baik bila dalam masa adaptasi ini orang tua terlibat di dalamnya dan menjelaskan apa yang harus dilakukan beserta cara-caranya. Selain pengasuh mendapat ilmu baru dan tahu bagaimana cara mengasuh anak, si anak pun merasa lebih aman karena dia masih melihat kita berada di dekatnya.
Dari situ pula kita bisa lihat perilaku pengasuh apakah dia benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik atau tidak. Bila memang ada hal yang perlu diluruskan, lakukan segera hingga semuanya berjalan dengan baik. Misalnya dengan memperhatikan, bagaimana dia cuci botol, memotong makanan, menyuapi makan, memandikan, menjaga kebersihan, dan sebagainya.
Lama proses adaptasi ini berbeda satu sama lain. orang tua biasanya tahu apakah anaknya termasuk yang cepat beradaptasi atau tidak. Anak yang cepat beradaptasi biasanya tak butuh banyak waktu, seminggu sudah cukup. Berbeda dengan anak yang sulit adaptasi, bisa-bisa membutuhkan waktu hingga sebulan.
Memang, bagi orang tua yang bekerja mungkin sulit mendampingi pengasuh lebih dari satu minggu. Mungkin antara istri dan suami bergantian dalam mengambil cuti, minggu pertama istri yang cuti, minggu kedua giliran suami yang cuti. Atau mungkin kita bisa meminta kakek-nenek atau kerabat lain untuk sekadar menemani pengasuh di rumah. Tujuannya agar anak bisa terpantau dan merasa nyaman karena ada orang yang sudah dikenalnya berada di dekatnya.
Saat ini, sudah banyak perusahaan yang membolehkan pegawainya membawa anak ke kantor dengan alasan tertentu. Nah, ini sangat positif. Kita bisa mengajak anak dan pengasuh ke kantor sehingga kita bisa memantau secara langsung apa yang dilakukan oleh pengasuh. Selain itu anak bisa merasa dekat dengan orang tuanya sehingga tak mudah rewel.
Baca Juga: Kiat Mengajarkan Keterampilan Hidup Dasar untuk Anak dengan Kebutuhan Khusus
- Orang Tua Cemas
Kalau kita belum sreg betul, ya, anak jangan ditinggal dulu. Pasalnya kalau belum sreg kemudian langsung ditinggal, bisa-bisa kita was-was terus menerus. Padahal orang tua yang was-was terhadap anaknya akan membuat si anak merasa tidak nyaman. Ada semacam hubungan batin antara anak dengan orang tua. Nah, bila emosi anak jadi labil kemudian rewel pengasuh baru mungkin akan kebingungan dalam menanganinya. Akhirnya, hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti perilaku kasar pengasuh terhadap anak mungkin saja timbul.
Idealnya memang, orang tua harus merasa yakin terlebih dahulu dengan pengasuh barunya sebelum meninggalkan anak di rumah. Tentu hal ini harus lewat pengamatan cermat saat anak bersama pengasuhnya apakah sudah terlihat nyaman atau tidak. “Oke, saya sudah melihat kalau pengasuh baru ini bisa diandalkan untuk merawat anak jadi saya bisa bekerja dengan maksimal,” misalnya demikian. Dengan situasi emosi seperti ini maka diharapkan emosi anak pun akan stabil karena ketenangan orang tua dalam meninggalkan anak di rumah bersama pengasuh adalah kunci utama untuk kestabilan emosi anak.