balita

Ini Penyebab Kenapa Si Kecil Sering Rewek Saat Ganti Pengasuh

Jumat, 27 September 2024 | 05:48 WIB
Anak Menangis dan Mengamuk (unsplash+)

SMARTPARENT.ID Banyak orang tua gembira ketika melihat anaknya dekat dan merasa nyaman dengan pengasuhnya, mungkin kita termasuk di antaranya. Apalagi kriteria yang ada pada pengasuh cocok dengan keinginan kita, tahu tentang perkembangan anak, telaten dalam merawat, bersih, dan sebagainya. Saat meninggalkannya di rumah pun kita tidak perlu was-was karena semua yang dibutuhkan anak bisa dipenuhi dengan baik oleh si pengasuh.

Namun apa yang terjadi bila si pengasuh minta berhenti dan pulang ke kampung halamannya? Hal inilah yang kerap membuat orang tua kelimpungan, bukan hanya karena sulit mencari pengasuh pengganti melainkan juga harus melakukan penyesuaian dan adaptasi ke anak dan mengajarkan apa yang harus dilakukan pengasuh yang mungkin semuanya harus dimulai dari nol lagi. Belum lagi dengan masalah pada anak yang mungkin saja tidak mau diasuh dengan pengasuh barunya.

Mungkin, adaptasi dan mengajarkan apa yang harus dilakukan kepada pengasuh baru tak begitu masalah, namun bila sudah berkaitan dengan perubahan perilaku anak, seperti ngambek, melamun, rewel, sering marah, dan sebagainya, inilah yang malah lebih memusingkan. Pada beberapa anak kasus perubahan perilaku yang mendadak ini bisa saja terjadi dan menjadi rumit penyelesaiannya. Perubahan ini, merupakan efek yang timbul setelah ditinggalkan pengasuh lamanya dan anak harus dekat dengan pengasuh barunya. Bahkan pada tingkat yang lebih ekstrim, ditinggal pengasuh lama anak jadi sakit.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Tantangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

- Terlalu Lekat

Moms tidak perlu terlalu khawatir karena hal ini baru akan timbul ketika anak sudah memiliki kelekatan yang sangat kuat dengan pengasuhnya melebihi kelekatan dengan orang tuanya. Bila tidak, kecil kemungkinan perubahan perilaku anak akan terjadi. Kalaupun ada perubahan tetapi perubahannya umumnya hanya sebentar sesaat kemudian akan diam kembali. Tentu bila pengasuh baru bisa melakukan pengasuhan dengan baik sesuai dengan keinginan anak.

Kelekatan dengan pengasuh ini, sebenarnya tak terlepas dari sikap orang tua. Ada kan yang melepaskan masalah perawatan anak kepada pengasuh sedangkan orang tua tidak mau tahu karena alasan kesibukan. Bila orang tua terus menerus sibuk, pergi pagi pulang malam, akan membuat anak mencari kelekatan dengan orang lain. Nah, pengasuh yang selalu berada di sampingnyalah yang akan dijadikan sasaran. Bayangkan saja dengan diri kita,  kita cenderung akan lebih dekat dengan orang yang selalu bersama-sama kita setiap hari, anak pun demikian. Karena dari kebersamaan itu  akan menimbulkan kesepahaman, kemengertian, perhatian, dan sebagainya. Hal inilah yang seharusnya bisa diantisipasi sejak jauh hari oleh para orang tua.

Untuk itu, agar anak tidak terlalu lekat dengan pengasuh, orang tua harus memberikan porsi yang cukup untuk bersama anaknya. Misalnya, pengasuh hanya berperan selama orang tua pergi bekerja. Nah, ketika sudah kembali di rumah maka seluruh urusan anak harus diambil alih kembali, pengasuh sifatnya hanya membantu. Bila orang tua berlaku seperti ini maka terlalu lekat ke pengasuh tidak akan terjadi karena dia mendapat perhatian yang seimbang bahkan mungkin malah orang tua yang lebih banyak memberikan waktunya ke anak.

Baca Juga: Pup Bayi Anda Berlendir? Waspada Infeksi

- Perilaku yang Berbeda

Selain masalah kelekatan, perubahan sikap atau menolak keberadaan pengasuh baru mungkin karena si pengasuh baru tidak bisa melakukan pengasuhan dengan baik. Misalnya, cara bicaranya dengan intonasi tinggi, perilakunya yang kasar, sering memberi hukuman, atau mungkin karena wajahnya yang tidak bersahabat seperti jutek, melotot, cemberut, dan sebagainya. Apalagi jika anak biasa diperlakukan lemah lembut oleh pengasuh sebelumnya atau orang tuanya, tentu sikap tak bersahabat ini membuat anak cemas dan muncullah sikap negatif seperti ngambek, rewel, marah, dan sebagainya.

Bila demikian, orang tua harus cepat tanggap karena umumnya anak bisa merasakan apakah pengasuh penggantinya adalah orang yang disukainya atau tidak karena dia bisa mencermati dengan melihat mimik muka atau perilaku yang keluar saat pertemuan pertama dengannya. Sangat baik bila sebelum menerima pengasuh baru kita melakukan semacam tes, bermain bersama anak misalnya, sehingga kita bisa melihat apakah anak memang merasa nyaman atau tidak. Bila anak merasa tak nyaman dan terancam terus-menerus sebaiknya kita mencari pengasuh lain yang benar-benar dapat membuat anak nyaman dan tenang. Soalnya, bila diteruskan maka akan membuat anak hidup dalam kecemasan dan ketakutan karena dia akan menghabiskan waktu seharian bersama pengasuhnya. Tak mustahil nantinya anak akan selalu merasa tak nyaman dan akhirnya mengalami trauma seperti takut kalau ditinggal pergi bekerja oleh orang tuanya pergi, takut pada orang asing, sehingga pertumbuhan sosial anak menjadi terganggu.

Bila memang kita bisa memberitahu kepada si pengasuh mengenai sikap dan perilakunya kala mengasuh si kecil, intonasi bicara dikecilkan atau murah senyum misalnya, mungkin kita bisa menerima pengasuh baru tersebut. Intinya, feeling tetap bermain dan berada di tangan kita, apakah pengasuh ini cocok dengan kita atau tidak.  Namun bila sulit diubah seperti suaranya yang memang sudah keras dari sananya atau wajahnya yang mungkin banyak jerawat sehingga tampak seram, tugas kitalah untuk mempertimbangkan. Soalnya keputusan untuk menolak tak selamanya menjadi jalan terkahir karena kita bisa memberikan penjelasan ke anak. “Embak itu orangnya baik lo, tidak jahat. Memang, suaranya keras tetapi dia itu sayang sekali sama Adek!” misalnya.

Baca Juga: Perpaduan Keindahan Rasa, Tampilan, dan Tekstur! Produk Series Terbaru dari The Harvest

Halaman:

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB