Tak hanya itu, ketika berbicara pun anak tidak memiliki fokus jelas. Dia berbicara semaunya berdasarkan apa yang ingin diutarakan tanpa ada maksud jelas sehingga seringkali sulit untuk memahaminya.
Demikian pula interaksi dengan orang lain, biasanya anak yang hiperaktif akan selalu cuek kala dipanggil. Dengan perilaku seperti ini, membuat anak cenderung tidak mampu melakukan sosialisasi dengan baik.
- Menentang dan Tidak Mau Dinasehati
Ciri lain anak hiperaktif adalah sikapnya yang sering menentang, tidak mau dinasehati, membangkang, dan lain-lain. Misalnya, anak hiperaktif yang suka lari sana-lari sini, tentu akan marah kalau kegiatannya itu dilarang oleh orang tuanya atau mungkin penolakannya dilakukan dengan sikap cuek. Demikian pula dengan anak hiperaktif yang suka naik ke atas kursi, lompat-lompat, mencorat-coret dinding, dan sebagainya.
- Bersifat Destruktif
Anak hiperaktif pun perilakunya sering bersifat destruktif atau merusak. Ketika menyusun lego misalnya, bila anak aktif akan menyelesaikannya dengan baik sampai lego tersusun rapih, sebaliknya anak hiperaktif bukan menyelesaikannya malah menghancurkan mainan lego yang sudah tersusun rapih. Atau dengan barang-barang yang ada di rumah, kecenderungan anak untuk menghancurkan, vas bunga misalnya, sangat besar. Sehingga anak hiperaktif sebaiknya dihindari dengan barang-barang yang mudah dipegang dan mudah rusak.
Baca Juga: Benarkah Balita yang Suka Bermain Bola Ia Berbakat Sepakbola?
- Tak Kenal Lelah
Anak hiperaktif pun sering tidak menunjukkan sikap lelah. Sepanjang hari dia akan selalu bergerak ke sana ke mari, lompat, lari, berguling, dan sebagainya. Kesannya anak seakan tidak pernah letih, bergerak terus. Hal inilah yang seringkali membuat orang tua kewalahan dan tidak sanggup meladeni perilakunya yang sangat aktif.
- Bergerak Tanpa Tujuan
Semua aktivitas yang dilakukan anak hiperaktif tanpa tujuan yang jelas. Kalau anak aktif, ketika naik ke atas kursi dia punya tujuan, misalnya ingin mengambil mainan atau bermain peran sebagai Superman. Namun berbeda dengan anak hiperaktif, semua dilakukan tanpa tujuan, dia hanya naik dan turun.
- Tidak Sabar dan Usil
Anak hiperaktif pun tidak memiliki sifat sabar. Ketika bermain dia tidak mau menunggu giliran. Ketika dia ingin memainkan mobil-mobilan yang sedang dimainkan oleh temannya, dia langsung merebut tanpa ba-bi-bu. Tak hanya itu, anak hiperaktif pun seringkali mengusili temannya tanpa alasan yang jelas. Misalnya, tiba-tiba memukul, mendorong, menimpuk, dan sebagainya meskipun tidak ada pemicu yang harus membuat anak melakukan hal seperti itu.
- Intelektual Rendah
Secara intelektual seringkali anak hiperaktif berada di bawah rata-rata anak normal. Mungkin karena secara psikologis mentalnya sudah terngganggu sehingga anak hiperaktif tidak bisa menunjukkan kemampuan kreatifnya.