SMARTPARENT.ID Anak balita yang menunjukkan minatnya begitu besar terhadap bola, belum tentu dia berbakat main bola. Butuh observasi lebih mendalam untuk mengatakan anak berbakat main bola atau tidak. Tidak bisa kita langsung menyimpulkan, soalnya saat itu anak memang ingin bereksplorasi dengan berbagai kegiatan yang sudah dapat dilakukannya. Bila saat itu dia sudah bisa menendang dan melempar, memang karena dia ingin menikmatinya dan menunjukkan kemampuannya.
Tetapi memang, tidak menutup kemungkinan adanya indikasi bakat pada anak, namun hal ini pun perlu diobservasi terus menerus, tidak hanya saat batita. Misalnya, di usia berikutnya jika anak terus tertarik bahkan ketertarikannya semakin kuat, Moms bisa memasukkannya ke klub sepakbola untuk lebih detil melihat perkembangan kemampuannya bermain bola.
Baca Juga: Kenapa Anak Suka Bermain Bola? Ini Jawabannya Moms
Di usia ini pun, ada anak yang lebih aktif menggunakan kaki kiri untuk menendang atau tangan kiri untuk melempar.
Hal ini, ada dua faktor yang mungkin terjadi. Pertama, faktor kedominanan otak. Bila yang lebih dominan bekerja adalah hemisphere otak bagian kanan maka yang lebih aktif bekerja adalah motorik tubuh sebelah kiri, seperti kaki atau tangan kiri. Begitu sebaliknya.
Kedua, karena faktor kebiasaan. Kebiasaan anak untuk melakukan sesuatu secara kidal akan membuat anak keterusan melakukannya. Misalnya, sejak pertama kali anak menunjukkan perilaku tersebut kita tidak berusaha untuk memperbaikinya. Dengan begitu hemisphere otak kanan pun akan lebih terstimulasi.
Baca Juga: Bebaskan Anak Bermain Bola, Manfaatnya Banyak Lo Moms
Namun begitu, kidal sebenarnya tidak ada masalah pada perkembangan anak. Hanya, anak melakukan suatu kebiasaan yang berbeda dengan yang lainnya. Ketika lingkungan kemudian menilainya sebagai sesuatu yang negatif, hal inilah yang mungkin menjadi masalah. Bila demikian dan kita menganggap perlu memperbaikinya, sebaiknya lakukan segera sebelum hal ini menjadi menetap.