balita

Kenapa Anak Suka Bermain Bola? Ini Jawabannya Moms

Kamis, 29 Agustus 2024 | 22:40 WIB
Senang Bermain Sepakbola (Tuấn Kiệt Jr./Pexels)

SMARTPARENT.ID ”Anak saya senang sekali main bola, padahal dia perempuan!” Seru seorang ibu kepada teman di sebelahnya. “Wah, sama dong, anak saya juga suka!” sambut teman di sebelahnya. “Wajar, anak kamu kan laki-laki!” ujar si ibu itu lagi.

 Baca Juga: Mengelola Konflik dengan Anak, 7 Strategi Efektif untuk Penyelesaian yang Sehat dan Bijak

Bola, Mainan yang Paling Refresentatif

Anak senang bermain bola? Mau laki atau perempuan ini wajar. Biarkan mereka melakukannya tidak perlu dilarang. Di usia ini, perkembangan motorik anak sudah semakin luas ditambah anak senang sekali mengeksplorasi berbagai hal, termasuk dengan mainan. Anak juga kan baru bisa berjalan, berlari, menendang, melempar dan sebagainya. Nah, karena kemampuan inilah anak tertarik untuk melakukan hal-hal yang dianggapnya mampu untuk dilakukan.

Selain itu, bola adalah mainan yang cukup refresentatif untuk dimainkan yakni dengan ditendang, dilempar, dipantulkan, atau yang lainnya. Anak batita yang kemampuan motoriknya masih terbatas bisa saja melakukannya. Ditambah lagi dengan bentuknya yang bulat sehingga mudah menggelinding, ukurannya yang besar dan kecil, atau berwarna-warni. Apalagi bila bola bisa mengeluarkan suara bergemerincing, anak akan semakin menyukainya.

Faktor lain yang membuat anak menyukai bola bisa karena faktor kebiasaan. Banyak kan orang tua yang selalu menyediakan mainan bola untuk anak-anaknya. Selain karena alasan refresentatif tadi umumnya orang tua ingin mengenalkan kepada anak mengenai aktifitas sederhana sambil bermain, mengenalkan warna, bentuk, yang akhirnya hal ini menjadi kebiasaan. Tak hanya laki-laki, anak perempuan pun sering kali diberikan bola.

Nah, bila kemudian anak perempuan ikut-ikutan bermain bola, kita tak perlu pusing mempermasalahkannya hanya karena bola adalah mainan untuk anak laki, karena ini pun hal yang sangat biasa. Tidak perlu takut kalau anak menjadi tomboy karena pada saatnya anak perempuan akan menyeleksi sendiri aktifitas yang disukainya.

Namun, yang kita perlu pahami adalah di usia ini umumnya anak bermain secara pararel, dia ingin menguasai bolanya sendiri dan tidak mau membagi ke temannya. Meskipun ada banyak teman namun mereka ingin memiliki bolanya sendiri-sendiri.

Jangan langsung mempermasalahkan dengan menyebut kalau si anak pelit, tidak mau berbagi, ingin menguasainya sendiri, atau yang lainya. Soalnya memang seperti itulah karakter anak batita kala bermain bola, dia ingin selalu memegang sendiri bolanya, bila pun ditendang dia akan memintanya kembali dan dipeluk erat-erat. Tugas kita  adalah mengajari anak untuk bermain bersama dengan teman-temannya. Misalnya dengan memintanya untuk menggelindingkan bola ke temannya, menerima bola dari temannya, dan seterusnya.

 Baca Juga: Komunikasi dengan Anak, Teknik Mendengarkan Aktif dan Empatik

Anak Perempuan Suka Bola? Tak Masalah

Banyak orang tua yang melarang anak perempuannya bermain bola. Alasannya karena bola adalah permainan untuk laki-laki yang membutuhkan gerak fisik yang banyak. Bila anak perempuan memainkannya mereka takut kalau anaknya tumbuh menjadi anak yang tomboy. Padahal pada anak batita hal ini tidak ada hubungannya sama sekali. Sebaiknya biarkan semua berjalan apa adanya. Bila anak perempuan kita yang masih batita menyukai bola, biarkan saja. Bahkan bila perlu kita memberikan fasilitas yang cukup agar aktifitas anak berjalan dengan baik mengingat manfaat yang didapat anak sangat banyak.

Nantinya, dengan sendirinya anak akan berubah. Anak batita kan saat itu ingin menikmati kemampuan motoriknya yang sedang berkembang. Lewat usia itu, ketika banyak permainan lain yang mulai kita perkenalkan lambat laun anak akan mengalihkan perhatiannya. Bila memang minatnya bukan ke bola tentu dia akan mengubah arah minat. Di saat seperti inilah kita akan melihat minat anak yang sebenarnya, apakah dia suka boneka atau malah mainan laki-laki seperti mobil-mobilan atau pistol-pistolan.

Kalau toh anak perempuan kita memang menyukai bola sebaiknya kita perlu bijak menanganinya. Selama hal itu tidak mengganggu pertumbuhan fisik maupun kepribadiannya, kita perlu memberikan kebebasan karena dengan seiring waktu mungkin saja minat ini tidak menetap. Kalaupun kita ingin mengalihkan perhatiannya, sebaiknya tidak mengucapkan larangan secara verbal. “Ngapain kamu main bola, kamu kan perempuan!” misalnya. Lebih baik kita berikan alternatif berbagai pilihan permainan, mungkin saja dari banyaknya alternatif ada hal yang bisa mengalihkan perhatian anak.

Halaman:

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB