Ketika besar nanti, sikap perfeksionisnya bisa muncul menjadi sifat obsesif kompulsif, yakni keinginan menghasilkan sesuatu yang benar-benar memuaskan dirinya dan orang lain. Bila tidak puas maka dia akan mengulang dan mengulangnya lagi.
Di satu sisi memang positif tetapi di sisi lain keinginan yang tidak kunjung puas akan mengganggu kondisinya, stres, terlalu menghabiskan tenaga, atau gangguan kesehatan. Hal ini sering ditemukan pada orang-orang yang punya sikap workaholic atau orang yang gila bekerja.
Baca Juga: Menitipkan Anak ke Kakek-Nenek? Boleh Saja Tapi Bikin Aturan Main yang Baik
Moms Harus Mengenal Anak Lebih Dalam
Sebaiknya setiap orang tua perlu memperhatikan berbagai sikap yang dilakukannya kepada anak-anaknya. Beberapa tips yang mungkin bisa Moms lakukan untuk menghindari munculnya hal-hal negatif pada anak :
- Kenalilah pribadi anak sebab mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Bila anak memiliki pribadi yang sulit untuk mematuhi beragam peraturan yang kaku, maka fleksibelkan peraturan tersebut dengan tetap memperhatikan sisi-sisi positifnya.
- Kenalilah keinginan orangtua terhadap anak, apakah sesuai atau tidak, apakah terlalu tinggi atau tidak. Bila pada kenyataanya anak tidak mampu melakukan sesuatu dengan baik, mengikat tali sepatu misalnya, jangan langsung memintanya mampu melakukan tetapi berikan dahulu arahan dan bimbingan.
- Kenali pula harapan anak terhadap dirinya sendiri. Bila dia lebih senang dengan peraturan-peraturan yang fleksibel sehingga kreativitasnya bisa berkembang maka jangan memaksanya untuk patuh terhadap peraturan yang kaku.
- Orang tua harus bersikap realistik, bila anak tidak mampu memenuhi keinginan orang tua, mampu mengerjakan puzzle dengan baik misalnya, maka jangan dipaksakan karena akan membuat anak stres. Atau orang tua ingin anaknya pandai bermain piano tetapi anak lebih intens terhadap komputer, sesuaikanlah dengan keinginan anak.
- Bersikaplah lebih relaks terhadap kesalahan yang dimiliki anak. Jangan langsung memarahinya apalagi memberi hukuman tetapi supportlah dia untuk membantunya keluar dari masalah yang dihadapinya.
- Kalau ternyata orang tua kesulitan dalam menentukan apa yang sebenarnya paling baik diterapkan dan diharapkan pada anak, orang tua bisa mendatangi konselor atau ahli untuk berkonsultasi lebih jauh.
Baca Juga: Bila Anak “Mencuri” Benda Milik Temannya, Ini yang Moms Perlu Lakukan