SMARTPARENT. ID - Balita belajar bahasa dengan cepat dan merasakan adanya bahaya. Meski begitu, mereka banyak melakukan “ujian” fisik: melompat dari ketinggian, memanjat, bergelantungan di lengan, berguling, dan bermain kasar. Mereka memiliki kendali yang baik atas tangan dan jari mereka dan suka melakukan sesuatu dengan benda-benda kecil.
Mainan yang bagus untuk anak usia 2 tahun:
- Benda-benda untuk memecahkan masalah—puzzle kayu (yang terdiri dari 4 hingga 12 buah), balok-balok yang dapat disatukan, benda-benda yang harus disortir (menurut ukuran, bentuk, warna, bau), dan benda-benda yang mempunyai pengait,
kancing, gesper, dan kancing
- Benda-benda untuk berpura-pura dan membangun—balok, mainan transportasi yang lebih kecil (dan kokoh), perangkat konstruksi, furnitur ukuran anak-anak (perangkat dapur, kursi, makanan mainan), pakaian rias, boneka dengan aksesoris, boneka, dan permainan pasir dan air mainan
- Benda-benda yang dapat dibuat—krayon dan spidol berukuran besar yang tidak beracun dan dapat dicuci, kuas cat dan cat jari berukuran besar, kertas besar untuk menggambar dan melukis, kertas konstruksi berwarna, gunting berukuran balita dengan ujung tumpul, papan tulis dan kapur besar, serta instrumen ritme
- Buku bergambar yang lebih detail dibandingkan buku untuk anak kecil
- Pemutar CD dan DVD dengan beragam musik (tentu saja, pemutar fonograf dan perekam kaset juga bisa digunakan!)
Baca Juga: Permainan untuk Anak Usia 0-1 Tahun, Apa yang Harus Diperhatikan?
- Benda-benda yang menggunakan otot besar dan kecilnya—bola besar dan kecil untuk menendang dan melempar, peralatan untuk dinaiki (tetapi mungkin tidak akan menggunakan sepeda roda tiga sampai anak berusia 3 tahun), terowongan, pemanjat rendah dengan bahan lembut di bawahnya, dan mainan yang bisa ditumbuk dan dipalu
Mainan untuk anak usia 3 hingga 6 tahun (anak prasekolah dan taman kanak-kanak)
Anak-anak prasekolah dan taman kanak-kanak memiliki rentang perhatian yang lebih lama dibandingkan balita. Biasanya mereka banyak bicara dan banyak bertanya. Mereka suka bereksperimen dengan berbagai hal dan dengan keterampilan fisik yang masih berkembang. Mereka suka bermain dengan teman—dan tidak suka kalah! Mereka dapat bergiliran—dan berbagi satu mainan oleh dua anak atau lebih sering kali dapat dilakukan oleh anak-anak prasekolah dan taman kanak-kanak yang lebih tua.
Mainan yang bagus untuk anak usia 3 hingga 6 tahun:
- Benda-benda untuk memecahkan masalah—puzzle (dengan jumlah 12 hingga 20+ keping), balok yang dapat disatukan, koleksi, dan objek kecil lainnya yang dapat diurutkan berdasarkan panjang, lebar, tinggi, bentuk, warna, bau, jumlah, dan fitur lainnya—koleksi plastik tutup botol, mangkuk dan tutup plastik, kunci, cangkang, beruang hitung, balok kecil berwarna
- Barang-barang untuk berpura-pura dan membangun—banyak balok untuk membangun struktur yang rumit, mainan transportasi, perangkat konstruksi, furnitur berukuran anak-anak (perangkat “apartemen”, makanan mainan), pakaian dandanan, boneka dengan aksesoris, boneka dan teater boneka sederhana, dan mainan bermain pasir dan air
Baca Juga: Jangan Sepelekan Manfaat Olahraga untuk Anak Perempuan, Ini Faktanya
- Benda-benda yang bisa dibuat—krayon dan spidol besar dan kecil, kuas cat besar dan kecil serta cat jari, kertas besar dan kecil untuk menggambar dan melukis, kertas konstruksi berwarna, gunting seukuran anak prasekolah, papan tulis dan kapur besar dan kecil, tanah liat untuk membuat model dan adonan mainan, alat pemodelan, pasta, potongan kertas dan kain untuk kolase, dan instrumen—instrumen ritme dan keyboard, gambang, marakas, dan rebana
- Buku bergambar dengan lebih banyak kata dan gambar yang lebih detail dibandingkan buku balita
- Pemutar CD dan DVD dengan beragam musik (tentu saja, pemutar fonograf dan perekam kaset juga bisa digunakan!)
- Benda-benda yang menggunakan otot besar dan kecil—bola besar dan kecil untuk menendang dan melempar/menangkap, perlengkapan berkendara termasuk sepeda roda tiga, terowongan, pemanjat tinggi dengan bahan lembut di bawahnya, gerobak dan gerobak dorong, pemukul dan bola plastik, pin bowling plastik, target dan benda-benda untuk dilemparkan ke arah mereka, dan meja kerja dengan catok, palu, paku, dan gergaji
Baca Juga: Manfaat Olahraga untuk Anak Perempuan, Begini Ternyata
- Jika seorang anak memiliki akses ke komputer: program yang bersifat interaktif (anak dapat melakukan sesuatu) dan dapat dipahami oleh anak-anak (perangkat lunak menggunakan grafik dan instruksi lisan, bukan hanya dalam bentuk cetak), anak-anak dapat mengontrol kecepatan dan jalur perangkat lunak, dan anak mempunyai kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai konsep dalam beberapa tingkatan