Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Photo Author
Irfan Hasuki, Smart Parent
- Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB
Bermain Pasir (Ketut Subiyanto/Pexels)
Bermain Pasir (Ketut Subiyanto/Pexels)

SMARTPARENT.ID Coba hitung berapa kali dalam sehari kita melarang si balita untuk melakukan sesuatu? “Jangan panjat-panjat Dek, nanti jatuh!” – “Aduh, kok main air. Nanti masuk angin, lo!” –“No...no...jangan dekat-dekat pasir. Kotor, banyak kuman!” Itu hanya sebagian contoh, masih banyak larangan sejenis yang mengalir setiap hari membatasi gerak si kecil. Sebenarnya, wajar kalau sebagai orang tua bertindak seperti itu. Bukankah larangan merupakan antisipasi agar tidak terjadi suatu kecelakaan?

Baca Juga: Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Tapi kita perlu sesekali membiarkan anak melakukan sesuatu yang biasanya kita larang tadi. Banyak manfaat yang akan didapat. Yang pasti adalah pengalaman baru dan bertambahnya nuansa kognitif anak, melatih pergerakan motorik dan sensori motorik, interaksi dengan teman, kreativitas, dan anak pun akan memperoleh kesan bahwa hidup itu tidak identik dengan kekangan; enggak boleh ini, enggak boleh itu.

Hanya saja, memang si kecil perlu disodorkan rambu-rambu; agar keamanan dirinya dan juga orang-orang disekitar, tetap terjaga. Berikut beberapa contohnya:

* Ajukan syarat

Umpamanya “Adek, boleh main pasir tapi tidak boleh dilempar-lempar atau dimasukkan ke mulut.” Atau “Sekarang saatnya bermain air. Tapi jangan lari-lari di pinggir kolam karena tempatnya licin,”. Rambu-rambu seperti ini akan memberi pemahaman pada anak akan hukum sebab akibat. Ia tidak boleh melempar-lempar pasir karena dikhawatirkan bisa mengenai matanya atau mata orang lain. Ia dilarang berlari-lari di pinggir kolam karena bisa terjatuh.

Baca Juga: Bila Anak Terbiasa Berbicara Kasar, Agak Lama mengatasinya

Peringatan sejenis ini juga berguna untuk menghindari trauma pada diri anak. Bila ia tidak tahu bahwa pasir itu berisiko masuk mata, saat mengalaminya, bisa-bisa ia tak mau bermain pasir lagi.

* Beritahu apa yang harus dilakukan setelah bermain

Selesai bermain pasir, Adek harus mandi, “ umpamanya. “Setelah corat-coret, cuci tangan sampai bersih.” Selain untuk menjaga kebersihan, kemampuan psikologis, verbal dan pola berpikirnya pun akan terstimulus. “Oooo, agar aku enggak sakit ternyata harus menjaga kebersihan.”

* Batasi Waktu

Tak ada patokan berapa lama batasan waktu yang harus diterapkan. Umumnya sekitar 30-60 menit. Jangan lupa beri alasan pada si kecil “Dek, nanti kalau alarm jamnya sudah bunyi, berarti Adek selesai main airnya. Soalnya kalau kelamaan Adek bisa sakit!”

Baca Juga: Saat Makan Saatnya Anak Belajar

 

Halaman:

Editor: Irfan Hasuki

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Bagaimana Mengajarkan Empati pada Anak Balita?

Kamis, 12 Juni 2025 | 20:40 WIB

Moms, Aku Mau Videocall Ayah!

Rabu, 26 Februari 2025 | 07:56 WIB

Ketika Anak Tak Mau Pakai Baju, Bolehkah Kita Memaksa?

Selasa, 25 Februari 2025 | 21:18 WIB

Jangan Mengancam Anak Tetapi Berikan Ia Penjelasan

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:51 WIB

Moms, Jangan Pernah Mengancam Anak, Ya!

Selasa, 25 Februari 2025 | 20:41 WIB

Biarkan Anak Corat-coret, Disitu Tumbuh Kreativitas

Senin, 24 Februari 2025 | 17:06 WIB

Moms, Perlu Lo Sesekali Anak Dibebaskan Bermain

Senin, 24 Februari 2025 | 15:52 WIB

Bila Anak Suka Tak Sopan, Ini Cara Mengatasinya

Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:14 WIB

Ini Manfaat Buat Anak Saat Belajar di Meja Makan

Jumat, 21 Februari 2025 | 15:37 WIB

Saat Makan Saatnya Anak Belajar

Jumat, 21 Februari 2025 | 14:47 WIB

Terpopuler

X