SMARTPAREN.ID Prediksi banjir terjadi di bulan Februari 2025 menguat setelah BMKG merilis bahwa puncak curah hujan terjadi di Januari dan Februari 2025. Beragam antisipasi dalam menghadapi banjir sudah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat agar dampak banjir bisa diminimalisir.
Baca Juga: Peran Orang Tua dalam Mendukung Kesehatan Mental Anak
Selain mempersiapkan lingkungan dalam mengantisipasi banjir, seperti membersihkan saluran air, kita pun perlu mempersiapkan diri kita dari serangan penyakit akibat banjir. Sebab, ketika curah hujan meningkat, bahaya yang datang bukan hanya banjir tetapi juga beragam penyakit.
Banjir seringkali membawa risiko kesehatan yang serius, karena air banjir biasanya terkontaminasi oleh kotoran, sampah, bahan kimia, dan mikroorganisme berbahaya. Beberapa penyakit umum yang terjadi akibat banjir dan cara mengatasinya adalah:
Leptospirosis
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira dari urine hewan yang terkontaminasi air banjir. Peralatan makan yang tidak dicuci bersih setelah terkena banjir rawan bakteri leptospira. Jika masuk ke tubuh kita bisa terjangkin leptospirosis.
Gejala yang muncul biasnya demam, nyeri otot, sakit kepala, mata merah, muntah, hingga gangguan hati dan ginjal. Pengobatannya bisa dengan antibiotik seperti doksisiklin atau penicillin untuk infeksi bakteri. Jika tak kunjung sembuh dalam 3 hari segera ke dokter.
Baca Juga: Ayahnya ok Tersenyum? Ini Fakta Mengejutkan Bayi yang Ditelantarkan di Rumah Sakit
Diare dan Kolera
Diare dan kolera disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh, salah satunya Vibrio Cholerae. Gejala yang muncul biasanya diare berat, dehidrasi, muntah, lemas.
Untuk pengobatan lakukan rehidrasi oral dengan larutan oralit untuk menggantikan cairan tubuh. Kemudian minum antibiotik untuk infeksi berat (sesuai anjuran dokter). Dan pastikan kebersihan makanan dan minuman.
Demam Berdarah dan Malaria
Demam Berdarah (DB) disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sementara malaria disebabkan oleh gigitan Anopheles. Kedua nyamuk ini berkembang biak di genangan air yang tersisa setelah hujan atau banjir.
Gejala yang muncul biasanya: DB-demam tinggi, nyeri otot, ruam (demam berdarah). Malaria - Demam, menggigil, sakit kepala, anemia .