Penurunan Imunitas: Kekurangan vitamin A melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat anak lebih rentan terhadap infeksi.
Harvard School of Public Health juga menyebutkan bahwa anak-anak di usia pertumbuhan memiliki risiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin A jika pola makan mereka tidak mencukupi.
Baca Juga: Perkembangan Bayi Usia 11 Bulan, Kenali Tandanya
Makanan Kaya Vitamin A
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin A, konsumsi makanan berikut sangat disarankan:
Wortel: Mengandung beta-karoten, prekursor vitamin A, yang membantu menjaga kesehatan mata dan mendukung pertumbuhan tulang.
Bayam dan sayuran hijau: Kaya akan beta-karoten serta nutrisi lain seperti kalsium dan zat besi.
Ubi jalar: Sumber vitamin A yang kaya, terutama karena kandungan beta-karotennya yang tinggi.
Hati sapi: Salah satu sumber vitamin A terbaik, meskipun konsumsi harus dibatasi pada anak-anak untuk mencegah kelebihan.
WHO merekomendasikan pemberian makanan yang bervariasi untuk memastikan asupan vitamin A terpenuhi tanpa perlu suplementasi berlebihan.
Vitamin A memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan anak, terutama dalam pembentukan tulang dan jaringan tubuh.
Baca Juga: Perkembangan bayi usia 7 bulan, kenali tandanya
Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penglihatan, dan imunitas.
Dengan mengonsumsi makanan seperti wortel, bayam, dan ubi jalar, kebutuhan vitamin A anak dapat terpenuhi secara alami. Pola makan seimbang dan perhatian terhadap kebutuhan nutrisi anak adalah langkah penting untuk memastikan mereka tumbuh dengan sehat dan optimal.