anak

Usia 2 Tahun Sudah Bisa Buka Baju Sendiri? Itu Bagus Moms

Rabu, 30 Oktober 2024 | 23:07 WIB
anak surprise (Nghia .8pm/Pexels)

SMARTPARENT.ID Jangan kaget ya Moms, tiba-tiba si kecil yang berusia 2 tahun muncul tanpa pakaian. Atau jangan juga kecewa atau marah karena pakaian yang sudah kita pakaikan dengan rapih malah dibukanya lalu diletakkan di sembarang tempat.

Baca Juga: Si Kecil Ingin Membantu Pekerjaan Rumah? Jangan Dilarang

Jika melihat kejadian tersebut berarti ia sudah mampu membuka pakaian sendiri. Kemampuan motoriknya semakin meningkat. Dalam taraf perkembangan kemampuannya, di usia 1,5-2 tahun, anak mulai mampu membuka kancing yang agak besar, menarik resleting, melepas baju, memelorotkan celananya, membuka kait celananya, dan sebagainya.

Memang, tak menutup kemungkinan ia sedang mencari perhatian dengan melakukan hal-hal yang membuat kita surprise. Kita memang perlu  menanggapi “capernya” dengan bijak dan lebih penting lagi stimulasi kemampuannya ini supaya kemampuan motoriknya meningkat dan ia tumbuh menjadi anak mandiri.

Sebaiknya hindari memarahinya apalagi sampai berkata kasar atau melakukan kekerasan fisik. Namanya anak-anak, mereka akan melakukan sesuatu yang ia senangi. Di usia ini kan rasa ingin tahu, keinginan mengeksplor kemampuannya sangat besar. Mereka juga ingin merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya, buka baju kemudian berlari-lari misalnya.

Baca Juga: Ini Lo Moms, Tips Supaya Anak Mau Ikut Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Memarahi anak bukanlah tindakan tepat karena akan membuat anak tidak punya kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Kemarahan kita pun bisa membuatnya tertekan, rendah diri, membuatnya takut berinisiatif, dan sebagainya.

Tetapi tersenyumlah ketika anak muncul tanpa baju yang ia buka sendiri. Lihatlah betapa lucu perilakunya, betapa imut tubuhnya, betapa tulus senyumnya, dan sebagainya. Sebab ia melakukan hal tersebut bukan bertujuan negatif, membuat orangtua kesal misalnya. Melainkan karena mereka ingin saja melakukannya yang terkait dengan jiwa anak-anaknya yang apa adanya, apa yang ingin ia lakukan ya dilakukan. Ia belum memahami betul apakah yang dilakukannya itu salah, benar, membuat orang lain kesal, menyakiti orang lain, dan sebagainya. Dengan tersenyum, selain anak merasa senang, kita pun ikut merasa senang dan berbahagia lewat perilaku anak yang lucu tersebut.

Tags

Terkini