Bila rhinosinusitisnya sudah sangat mengganggu dan anak belum waktunya dilakukan operasi pelurusan tulang, daerah sinus anak bisa dicuci yang disebut dengan DAWO (double antrum wash out). Cara mencucinya yaitu dengan memasukkan alat kecil ke dalam hidung dan membersihkan rongga sinusnya.
Atau bisa juga dilakukan operasi untuk mengatasi pembengkakan di rongga hidung dengan endoscope dan microscope. Operasi dengan teknik baru FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery) ini tak perlu ditakutkan karena tak menimbulkan rasa sakit seperti operasi sinus sebelum era endoscopy yakni alat kecil panjang menggunakan lensa yang dimasukkan ke dalam hidung. Umumnya operasi ini dilakukan dengan pembiusan total maupun lokal sehingga saat tersadar anak tidak merasa sakit.
Namun begitu, operasi pada anak tak bisa terlalu radikal yakni tidak banyak mengambil jaringannya karena anak sedang dalam taraf pertumbuhan.
Baca Juga: 10 Pilihan Minuman Sehat Terbaik Bagi Ibu Hamil, Salah Satunya Air Kelapa Hijau
Perlu Diwaspadai Jika Sampai Kronis
Bila anak baru terserang rhinosinusitis, disebut serangan akut karena serangannya mendadak dan biasanya disertai dengan gejala. Umumnya, serangan ini lebih aman karena biasanya kita langsung dapat mengetahui lewat gejala-gejala yang muncul, dengan membawa anak ke dokter misalnya.
Yang lebih berbahaya justru bila rhinosinusitisnya sudah masuk dalam taraf kronis. Umumnya terjadi 3 bulan setelah serangan akut yang tidak mendapatkan penanganan yang baik. Fase kronis ini ditandai dengan timbulnya jaringan/polip pada sinus sehingga hidung menjadi tersumbat dan muncul gangguan drainase yang menyebabkan pilek tak kunjung sembuh.
Gejala lain biasanya ditunjukkan dengan lendir yang turun ke tenggorokan berwarna seperti susu, anak sering mengeluarkan dahak, batuk. Karena mengandung bakteri fase kronis ini jelas berbahaya. Mungkin saja komplikasi rhinosinusitis sudah terjadi yang membuat pengobatan semakin sulit dilakukan. Biasanya, fase kronis terjadi karena pengobatan yang tidak tuntas, misalnya tidak mengikuti anjuran dokter yang mengharuskan anak untuk menghabiskan obat antibiotik. Atau tidak menghindari alergen yang kerap membuat flunya kambuh sehingga rhinosinusitis muncul berulang.
Baca Juga: Mengenal Fimosis pada Bayi, Ketahui Penyebab sampai Cara Menangani-nya
Narasumber :
Dr. Cita H. Murjantyo, Sp. THT