Tenggang waktu munculnya komplikasi sangat beragam, tergantung pada usia dan tingkat maturitas (kematangan) daya tahan tubuh anak. Biasanya, semakin muda usia anak maka tigkat maturitasnya akan semakin rendah. Bisa saja anak usia 1 tahun, baru 2 minggu rhinosinusitis berjangkit anak sudah mengalami komplikasi tetapi anak usia 3 tahun baru mengalami komplikasi 4 minggu kemudian.
Berikut adalah beberapa komplikasi yang bisa saja terjadi :
- Meningitis dan Abses Otak
Bakteri, salah satunya pneumokokus, bisa masuk masuk ke otak yang dapat menimbulkan meningitis atau radang selaput otak. Bisa juga jaringan otak terinfeksi yang disebut dengan abses otak. Meskipun hal ini jarang sekali terjadi namun kita perlu mewaspadainya karena dampaknya yang sangat berbahaya terhadap keselamatan jiwa anak. Gejala yang muncul biasanya demam tinggi dan anak mengalami kejang-kejang.
- Bronchitis dan Pneumonia
Lendir bisa turun ke saluran nafas bawah seperti bronchus dan paru-paru sehingga bakteri yang terkandung di dalamnya dapat menginfeksi bronchus, disebut dengan sinubronchitis atau bronchitis yang disebabkan adanya rhinosinusitis. Bila masuk ke dalam paru-paru dan kebetulan daya tahan tubuh anak sedang lemah dapat memunculkan pneumonia atau radang paru. Bila paru-paru sudah diserang maka pengobatannya akan sangat sulit dilakukan. Gejala yang muncul biasanya panas anak tinggi, sesak nafas, batuk-batuk, dan sebagainya.
- Radang Telinga
Seringkali, saat rhinosinusitis muncul, telinga pun ikut terasa sakit. Hal ini disebabkan organ telinga tengah yang juga ikut terinfeksi. Sebab lokasi keduanya sangat berdekatan. Gejala yang muncul pada telinga biasanya terasa sakit seperti ada yang menusuk, bunyi “nguing,” panas tinggi, juga keluarnya nanah atau congekan. Congek yang tak kunjung sembuh bisa mengakibatkan tuli konduktif.
- Abses Mata
Abses mata ditandai dengan mata yang keluar nanah, gatal-gatal, membengkak, dan yang paling parah adalah bisa menyebabkan kebutaan. Ini mudah sekali terjadi karena lokasi antara hidung dan mata sangat berdekatan.
Baca Juga: 5 Produk Susu Bayi Paling Mahal di Indonesia
Operasi Tulang yang Bengkok
Bagaimana bila flu yang berkepanjangan karena tulang hidung yang bengkok? Tentu tulang tersebut harus dikoreksi dengan tendakan operasi supaya tidak ada sumbatan lagi. Namun tindakan operasi ini harus menunggu hingga usia anak 18 tahun dimana sinus paranasalnya sudah tumbuh matang. Selama belum dioperasi maka kita harus menjaga anak supaya tidak sering flu dengan cara selalu menjaga daya tahan tubuhnya, berada di lingkungan yang bersih, tidak terpolusi, dan lainnya.
Namun bila rhinosinusitis disebabkan oleh alergi bisa dicegah dengan menghindarkan anak dari alergen atau benda/zat pemicu alergi juga meningkatkan daya tahan tubuhnya lewat asupan makanan bergizi. Biasanya, alergi anak akan terjaga dan tidak muncul.