anak

Apakah Bermain Video Game Baik untuk Anak? Ini Faktanya

Rabu, 26 Juni 2024 | 07:00 WIB
Bermain video game apakah bermanfaat untuk anak, waspadai efek negatif bermain video game. (Julia Cameron/Pexels)

SMARTPARENT.ID - Beberapa permainan mungkin meningkatkan koordinasi tangan-mata dan keterampilan memecahkan masalah. Video game yang mengharuskan anak-anak untuk bergerak atau memanipulasi permainan melalui gerakan fisik mereka sendiri dapat membuat anak-anak tidak banyak bergerak — namun tidak sebanyak jika mereka benar-benar bermain di luar atau berolahraga.

Permainan lain tidak memberikan manfaat seperti itu, dan video game kekerasan telah terbukti meningkatkan perilaku agresif anak-anak.

Batasan Apa yang Harus Kita Tetapkan?

Untuk anak-anak dan remaja berusia 5 hingga 18 tahun, para ahli menyarankan agar orang tua memikirkan seberapa sering anak mereka menggunakan media apa pun. Ini termasuk bermain video game di konsol game, tablet, atau ponsel pintar.

Penggunaan media tidak boleh menggantikan tidur yang cukup atau aktivitas fisik. Jadi pertimbangkan untuk menetapkan batasan agar permainan tidak mengganggu tugas sekolah, pekerjaan rumah tangga, dan aktivitas fisik yang dibutuhkan anak Anda setiap hari.

Anak-anak sebaiknya hanya memainkan permainan yang sesuai dengan kelompok usianya. Semua video game diberi peringkat dan diberi label oleh Dewan Pemeringkat Perangkat Lunak Hiburan. Hindari semua nilai "M" untuk "dewasa" (untuk usia 17 tahun ke atas) atau "AO" untuk "khusus dewasa". (untuk usia 18 tahun ke atas). Ini dapat berisi kekerasan berat, bahasa kasar, dan konten seksual. Bermain game dengan anak-anak Anda adalah cara yang baik untuk melihat apa yang mereka lakukan.

Baca Juga: Jaga Kecukupan Hidrasi, Ini Manfaat Lain Buah Naga untuk Ibu Hamil

Simpan pengaturan video game di area umum di rumah, bukan di kamar tidur anak. Ini akan memungkinkan Anda menangkap konten yang tidak pantas, dan anak-anak akan dapat berinteraksi dengan orang lain. Perhatikan juga waktu yang dihabiskan untuk bermain game di smartphone dan tablet.

Carilah permainan multi-pemain sesuai usia yang memungkinkan anak-anak bersosialisasi dengan teman-temannya. Permainan interaktif yang memungkinkan para pemain berkolaborasi dapat mengajarkan anak-anak untuk bekerja sama baik secara online maupun offline.

Pastikan anak Anda memiliki pilihan menarik lainnya: olahraga, aktivitas, kesempatan bersosialisasi dengan teman, dan waktu senggang untuk berkreasi.

Apa Lagi yang Dapat Membantu?

Secara online, Anda dapat memeriksa:

  • Alat rencana media keluarga AAP, yang memungkinkan orang tua membuat rencana media untuk keluarga mereka
  • Common Sense Media, yang berisi informasi tentang usia dan kesesuaian konten video game dan media lainnya

Baca Juga: Manfaat Apel Bagi Ibu Hamil, Bikin Tubuh Sehat dan Tidak Mudah Sakit

Jika Anda khawatir tentang aktivitas video game anak Anda, bicarakan dengan dokter Anda.***

Tags

Terkini