Batuk rejan (pertusis) merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Anak-anak yang menderita pertusis akan mengalami batuk berulang-ulang tanpa bernapas di antaranya. Di akhir batuk, mereka akan menarik napas dalam-dalam hingga menimbulkan bunyi "rejan". Gejala lainnya adalah pilek, bersin, batuk ringan, dan demam ringan.
Batuk rejan dapat terjadi pada semua usia, namun paling parah terjadi pada bayi di bawah 1 tahun yang tidak mendapatkan vaksin pertusis, yang merupakan bagian dari vaksin DTaP (difteri, tetanus, pertusis aselular). Penyakit ini sangat menular, jadi semua anak harus mendapat suntikan pertusis pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 15 bulan, dan 4–6 tahun.
Batuk disertai mengi
Jika anak Anda mengeluarkan bunyi mengi (bersiul) saat mengeluarkan napas (exhale), bisa jadi ini berarti saluran napas bagian bawah di paru-parunya mengalami pembengkakan. Hal ini dapat terjadi pada penderita asma atau infeksi virus bronkiolitis. Mengi juga bisa terjadi jika saluran napas bagian bawah tersumbat oleh benda asing. Seorang anak yang mulai batuk setelah menghirup sesuatu seperti makanan atau mainan kecil harus menemui dokter.
Baca Juga: Mengajarkan Anak Belajar Menabung, Begini Caranya
Batuk Malam Hari
Banyak batuk yang memburuk di malam hari. Saat anak Anda sedang pilek, lendir dari hidung dan sinus bisa mengalir ke tenggorokan dan memicu batuk saat tidur. Ini hanya menjadi masalah jika batuknya tidak membuat anak Anda bisa tidur.
Asma juga bisa memicu batuk di malam hari karena saluran napas cenderung lebih sensitif dan mudah tersinggung di malam hari.
Batuk Siang Hari
Udara dingin atau aktivitas dapat membuat batuk semakin parah di siang hari. Cobalah untuk memastikan bahwa tidak ada apa pun di rumah Anda – seperti pengharum ruangan, hewan peliharaan, atau asap (terutama asap tembakau) – yang membuat anak Anda batuk.
Batuk Dengan Demam
Seorang anak yang mengalami batuk, demam ringan, dan pilek kemungkinan besar menderita flu biasa. Namun batuk disertai demam 102°F (39°C) atau lebih tinggi terkadang bisa disebabkan oleh pneumonia, terutama jika anak lemah dan bernapas cepat. Dalam hal ini, segera hubungi dokter Anda.
Batuk Dengan Muntah
Anak-anak sering kali batuk-batuk hingga memicu refleks muntah sehingga muntah-muntah. Selain itu, anak yang menderita batuk pilek atau asma kambuh mungkin akan muntah jika banyak lendir mengalir ke perut dan menyebabkan mual. Biasanya, hal ini tidak perlu dikhawatirkan kecuali muntahnya tidak berhenti.
Baca Juga: Tantrum pada Anak, Begini Cara Periksa Apakah Anak Tantrum atau Bukan