SMARTPARENT.ID – Kolik pada anak perlu diwaspadai. Bagaimana gejala dan penangannnya, yuk simak uraian ini.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab kolik bayi . Adapun pemeriksaan yang dilakukan mencakup:
- Mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala bayi
- Mendengarkan bunyi jantung, paru-paru, dan perut
- Memeriksa anggota badan, jari tangan, kaki, mata, telinga dan alat kelamin
- Menilai reaksi terhadap sentuhan atau gerakan
- Mencari tanda-tanda ruam, peradangan, atau tanda-tanda infeksi atau alergi lainnya
Tes laboratorium, rontgen, dan tes diagnostik lainnya biasanya tidak diperlukan, namun dalam kasus yang tidak jelas, tes tersebut membantu menyingkirkan kondisi lain sebagai kemungkinan penyebabnya.
- rontgen
Baca Juga: Dampak Buruk Diare Pada Anak, Begini Gejala dan Cara Mengatasinya
Penanganan
Tujuan utamanya adalah untuk menenangkan anak sebanyak mungkin dengan berbagai intervensi dan memastikan bahwa orang tua mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk mengatasinya.
Anda mungkin merasa terbantu jika memiliki rencana, daftar strategi menenangkan yang dapat Anda coba. Anda mungkin perlu bereksperimen.
Beberapa mungkin bekerja lebih baik daripada yang lain, dan beberapa mungkin berhasil pada satu waktu tetapi tidak pada waktu yang lain. Strategi menenangkan mungkin termasuk:
- Menggunakan dot
- Membawa bayi naik mobil atau berjalan-jalan dengan kereta dorong
- Berjalan-jalan atau mengayun bayi
- Membedong bayi dengan selimut
- Memandikan bayi dengan air hangat
- Menggosok perut bayi atau meletakkan bayi di atas perut untuk menggosok punggungnya
- Memutar audio detak jantung atau suara yang tenang dan menenangkan
- Meredupkan lampu dan membatasi rangsangan visual lainnya
Pemberian Makan
Perubahan dalam pemberian makan juga dapat memberikan sedikit bantuan. Susui bayi dengan botol dalam posisi tegak dan sering bersendawa selama dan setelah menyusu.
Baca Juga: Kenali Anemia pada Bayi dan Anak, Perlukah Suplemen Zat Besi?
Menggunakan botol melengkung akan membantu pemberian makan secara tegak, dan botol kantong yang dapat dilipat dapat mengurangi asupan udara.