SMARTPARENT.ID - Diare pada anak harus diwaspadai karena bisa berdampak fatal, Bagaimana gejala dan cara mengatasi diare pada anak, yuk simak uraiannya.
Diare balita (juga dikenal sebagai diare kronis nonspesifik pada masa kanak-kanak) adalah salah satu penyebab paling umum diare kronis pada anak-anak yang sehat.
Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya diare pada balita, antara lain:
Asupan cairan berlebihan.
Terlalu banyak cairan dapat membebani kemampuan saluran pencernaan balita dalam menyerap air dan elektrolit sehingga mengakibatkan diare.
Malabsorpsi karbohidrat.
Jus buah sering kali mengandung banyak gula dan karbohidrat, seperti sorbitol dan fruktosa, yang sulit diserap oleh saluran pencernaan anak.
Baca Juga: Mengenal Penyakit Multiple Sclerosis, Begini Gejala dan Terapinya
Diet rendah lemak/tinggi serat.
Banyak anak mungkin lebih menyukai buah-buahan dan/atau sayur-sayuran dibandingkan daging atau makanan berlemak tinggi. Lemak dapat memperlambat pencernaan anak sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk penyerapan nutrisi. Pola makan tinggi serat dan rendah lemak dapat menyebabkan makanan bergerak cepat melalui usus sehingga menyebabkan diare.
Saluran pencernaan yang belum matang.
Saraf yang membawa sinyal ke saluran cerna balita mungkin belum matang sempurna sehingga mengakibatkan pergerakan makanan melalui saluran cerna menjadi cepat. Hal ini mungkin tidak memberikan waktu yang cukup untuk penyerapan sehingga menyebabkan diare.
Anak-anak yang menderita diare pada balita sering kali mengalami: