anak

Kenapa Anak Senang Diajak Bertepuk Tangan? Ini Jawabannya

Selasa, 28 Mei 2024 | 08:57 WIB
Anak Bertepuk Tangan (Ana Curcan/Unsplash)

Bikin Sendiri Alat Musik Perkusi

Kita bisa membuat alat musik perkusi sendiri. Misalnya, kaleng-kaleng bekas soft drink, kaleng susu, botol, kita isi pasir, kacang hijau, kerikil, atau air. Saat digoyangkan akan muncul suara-suara perkusi. Minta anak memasukkannya kerikil satu persatu ke dalam botol. Biarkan ia merasakan bentuk krikil, pasir, kacang hijau, atau air. Dari sini anak mendapat stimulasi tentang beragam kontur dari benda-benda tersebut.

Gerakan-gerakan ini pun merangsang gerak motorik halus anak. Bagaimana anak meraba dan memegang pasir lalu dimasukkan ke dalam botol. Hal yang berbeda ia rasakan antara memegang pasir dan kerikil.

Ketika semuanya sudah dimasukkan, kita bisa membunyikannya satu persatu. Bunyi perkusi yang berbeda-beda ini akan memperkaya nuansa pendengaran anak. Pasir yang bergemerincing halus, kerikil yang bergemerincing agak kasar, air yang bergemericik, menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang akan membuat anak lebih kaya pemahamannya terhadap suara sehingga proses kerja otak pun lebih terangsang.

Bila suara yang kita perdengarkan lebih beragam maka anak akan bisa mendengar berbagai perbedaan bunyi. Ketika anak mendengar suara ketokan di atas meja, timbul persepsi tersendiri, dia akan tahu bahwa itu adalah suara meja yang diketuk. Demikian pula dengan suara pasir, air, rebana, drum, tamborin, dan lainnya. Dengan memahami berbagai perbedaan bunyi ini tentu akan merangsang pertumbuhan otak lebih maksimal. Dengan begitu, otak tetap bekerja dan akan memudahkan anak untuk menerima berbagai pelajaran yang diterima dari lingkungannya.

Baca Juga: Moms, Bayi Sudah Bisa Diajarkan Pendidikan Seks Lo!

Halaman:

Tags

Terkini