anak

Boleh Kok Anak Makan Mi Instan, Tapi Jangan Sampai Keseringan

Kamis, 23 Mei 2024 | 22:35 WIB
Makan Mi Instan (Unsplash+)

SMARTPARENT.ID Perhatikan deh Moms, ketika anak diberikan mi instan, ia begitu bernafsu makan. Tetapi jika diberikan sayuran, banyak yang menolak. Ya, mi instan menjadi sudah favorit banyak anak. Rasanya gurih, konturnya kenyal, sensasi memakannya berbeda dengan makan nasi. Inilah yang membuat anak begitu menggandrungi mi instan.

Bukan salah anak sebenarnya, orangtualah justru yang memulai mengenalkan mi kepada anak. Mungkin awalnya karena penyajian cepat membuat kita ambil jalan pintas. “Ya sudah masakin mie saja, cepat memasaknya!” misalnya. Nah anak merasakan nikmtanya mi instan, ia pun ketagihan.

Baca Juga: Susu itu Enak, Kok Ada Anak Yang Tak Suka?

Boleh Kok Anak Makan Mi, Makanannya Jadi Bervariasi

Tak masalah sebenarnya  menyuguhkan mi instan ke anak. Sebab mi juga merupakan sumber tenaga karena mengandung karbohidrat. Selain itu makanan anak jadi lebih bervariasi. Dengan kata lain, mi bisa dijadikan makanan pengganti nasi.

Tetapi bila kemudian anak mengalami ketergantungan pada mi dan tak mau mengonsumsi makanan lain selain mi, ini yang jadi masalah. Sebab mi terbuat dari tepung terigu yang tak mengandung serat sama sekali. Agar mi bisa mengembang, dalam pembuatannya pun ditambahkan bahan seperti karbonat. Sedangkan nasi, kandungan serat banyak dan tak mengalami penambahan zat kimia.

Makanan yang mengandung sedikit serat dalam metabolisme tubuh cenderung diubah menjadi energi yang akan diubah lagi menjadi lemak. Efeknya, jika anak terlalu sering makan mi ia bisa mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh dapat memicu munculnya penyakit, dari diabetes sampai jantung.

Bumbu mi instan pun mengandung banyak unsur yang dapat merangsang dan membuat iritasi saluran pencernaan anak. Ada garam dan merica yang dicampur MSG serta aroma buatan, chili powder (bubuk cabai), dan vegetable oil (minyak sayur) atau cooking oil (minyak untuk memasak). Terlebih zat penajam rasanya, inilah yang merusak selera makan, yang membuat anak “kecanduan” pada jenis makanan ini hingga ia enggan beralih pada makanan lain.

 Baca Juga: Moms, Bayi Sudah Bisa Diajarkan Pendidikan Seks Lo!

Mi Hanya Sebagai Variasi Makan, Jangan Ketergantungan

Pemberian mi kepada anak sebaiknya hanya sebagai salah satu variasi saja. Diberikan sesekali dan anak harus tetap diberikan makanan dengan gizi seimbang. Jangan selalu menuruti keinginan anak untuk makan mi karena anak akan sulit menerima makanan lain.

Mi pun sebaiknya baru diperkenalkan saat usianya sudah mencapai 2 tahun ke atas. Sebab, di bawah usia 2 tahun pencernaan anak belum kuat dan enzim-enzimnya belum mencukupi. Dikhawatirkan anak akan mengalami masalah dengan lambung, sembelit misalnya.

Sangat baik jika Moms menggunakan bumbu olahan sendiri. Ini lebih aman dan  rasanya pun bisa disesuaikan dengan selera anak. Meski lebih merepotkan karena harus menyiapkan bumbu sendiri namun demi kesehatan si kecil, tak ada salahnya.

Supaya nilai gizinya lebih beragam, campurkan mi dengan sayuran, seperti sawi, kol, wortel, caisim, serta lauk-pauk, seperti telor, daging sapi, daging ayam, dan lainnya. Selain lebih bergizi anak pun dikenalkan dengan beragam rasa dari makanan-makanan tersebut.  

Halaman:

Tags

Terkini