anak

Balita Tak Mau Mengalah? Bukan Salahnya, Mungkin Pola Asuh Moms yang Kurang Tepat

Sabtu, 18 Mei 2024 | 08:03 WIB
Balita Bermain Mobil (Unsplash+)

SMARTPARENT.ID Sebut saja Andre, usia 5 tahun. Kalau bermain dengan teman sebayanya, ia tak mau mengalah. Saat balap lari, ia harus nomor 1 tak mau menjadi nomor 2 apalagi 3. Saat bermain, monil-mobilan misalnya, ia harus paling hebat kalau balap-balapan. Ia pun harus memainkannya lebih dahulu dibanding temannya yang lain.

Balita tidak mau mengalah? Bisa jadi.

Tak dipungkiri, banyak anak berperilaku tak mau kalah. Dalam hal apa saja. Meski ini perilaku negatif namun jangan langsung mencap anak negatif karena ia mau menang sendiri. Sebab perilaku ini muncul karena ia belum bisa memilah mana yang baik dan tidak, ia hanya mengikuti keinginan yang ada di dalam hatinya.

Carilah penyebab kenapa perilaku ini muncul. Lalu , atasi supaya perilaku ini tak menempel pada anak.  Beberapa penyebab yang umumnya bisa memunculkan dan menguatkan perilaku ini.

  • “Aku Lebih Cantik!”

Merasa lebih secara fisik, penyebabnya bisa karena lingkungan yang menciptakannya. Misalnya, ia sering menonton film super hero yang tubuhnya kekar sehingga ia merasa seperti super hero tersebut. Ketika ada anak lain mengalahkannya dalam lomba lari ia menolak karena merasa ia adalah Superman, Batman, Gatot Kaca, dan lainnya.

Atau, di rumah ia sering dipuji, dimanjakan dengan mengatakan anak paling hebat, anak paling cantik, bisa saja perasaan “jumawa” muncul dan mengakar kuat sehingga tidak akan terima jika ada orang lain yang mengatakan bahwa si A lebih hebat atau cantik.

Bisa juga akibat menyontoh. Misalnya, di rumah si kakak kerap bersikap tak mau kalah maka anak pun terinspirasi untuk tidak mau kalah pula. Atau di sekolah, ia melihat ada temannya yang bersikap semaunya, merasa paling besar, paling ganteng/cantik sehingga apa yang dikatakannya ingin dianggap paling benar. Tak heran jika di lain kesempatan anak akan mengikuti perilaku tersebut pula.

Baca Juga: Jangan Sampai Bayi Tersedak, Efeknya Bisa Fatal Lo Moms!

  • “Aku Harus Selalu Benar!”

Mungkin Moms selalu menuntut anak menjadi yang terbaik. Anak tidak boleh lemah atau tidak mampu melakukan sesuatu yang diminta. Jika hal sering dilakukan anak cenderung bersikap takut salah, takut kalah, sehingga harus selalu benar. Tuntutan ini akhirnya menciptakan perilaku yang tak mau kalah. Ketika melakukan apapun, menyelesaikan permainan misalnya, ia berusaha untuk menjadi yang terbaik. Ia tak mau ada orang lain yang bisa lebih hebat darinya.

Beberapa anak memiliki sifat cenderung perfeksionis, ia ingin semua yang dilakukannya sempurna, terbaik, dan tidak mau dikalahkan oleh orang lain. Ini adalah sebuah karakter yang memang sudah ada pada diri anak. Karakter ini akan semakin kuat jika kita punya perilaku yang sama. Padahal di sisi lain perfeksionis bisa merugikan si anak, ketika ia bermain dan tak mau kalah misalnya. Citra anak bisa saja menjadi negatif.

  • “Mainanku Lebih Bagus!”

Anak usia ini terkadang sudah membuat “geng bocah”. Biasanya mereka memilih anak yang lebih dalam hal materi sebagai pusat perhatian. Seperti anak yang memiliki punya mainan paling bagus, banyak, fasilitas rumah paling komplit, atau lainnya. Tak jarang si anak pun kerap diperlakukan lebih istimewa supaya temannya bisa bermain dengannya. Perlakuan ini sedikit banyak mempengaruhi sifat dan perilaku anak. Ia melihat jika banyak orang senang padanya. Tak heran jika kemudian egonya muncul kuat, ia tak mau kalah kepada anak lain.

Bisa juga karena anak takut dihina. Misalnya, temannya memiliki mainan yang bagus sementara ia biasa-biasa saja. Ketika bermain ia takut dihina mainannya jelek maka ia berusaha menghilangkan ketakutan itu dengan bersikap tak mau kalah. Ia pun ngotot bahwa mainannya lebih bagus dari punya temannya. Tak hanya mainan, bisa saja berlaku berlaku terhadap benda-benda lain seperti rumah, mobil, motor, teve, dan lainnya.

Atau anak pernah mendapat pujian dari lingkungan jika ia memiliki benda yang sangat bagus. Anak ingin mendapatkan pujian itu lagi sehingga ia pun bersikukuh jika benda miliknya adalah yang paling bagus. Selain itu anak pun ingin menunjukkan ke orang lain jika ia memiliki sesuatu yang disenangi dan dikagumi orang lain. Ia bukan ingin sombong tetapi ingin mendapatkan kesenangan yang bisa dinikmati sendiri.

 Baca Juga: Anak Suka “Ngamuk”? Jangan Dibiarkan Ya Moms. Takut Menjadi Kebiasaan

Halaman:

Tags

Terkini