anak

Mengatur Pola Makan Sehat Anak Usia 2 Tahun, Begini Caranya

Senin, 13 Mei 2024 | 07:00 WIB
Mengatur pola makan anak usia 2 tahun perlu dilakukan untuk pembiasaan perilaku makan usia balita. (Martproduction/Pexels)
  • Hot dog (kecuali dipotong memanjang sebelum diiris)
  • Potongan selai kacang (Selai kacang boleh dioleskan tipis-tipis pada roti atau biskuit, tapi jangan pernah memberikan potongan selai kacang kepada balita.)

Baca Juga: Sembelit pada Anak, Pahami Penyebab dan Penanganannya (2)

  • Kacang-kacangan—terutama kacang tanah
  • Ceri mentah
  • Permen bulat dan keras—termasuk kacang jeli
  • Anggur utuh
  • Marsmalow
  • Wortel mentah, seledri, kacang hijau
  • Jagung
  • Biji—seperti biji labu atau bunga matahari yang diolah
  • Anggur utuh, tomat ceri (potong menjadi empat bagian)
  • Potongan besar makanan apa pun seperti daging, kentang, atau sayuran mentah dan buah-buahan

Makanan terbaik untuk balita antara lain:

  1. Makanan berprotein seperti daging, makanan laut, unggas, telur, kacang-kacangan, biji-bijian dan kedelai
  2. Produk susu seperti susu, yogurt, keju, atau susu kedelai yang diperkaya kalsium
  3. Buah-buahan dan sayur-sayuran
  4. Biji-bijian seperti roti gandum dan oatmeal

 

Adalah normal bagi balita untuk memilih makanan dalam jumlah terbatas, menolak makanan sama sekali, dan kemudian mengubah preferensi mereka seiring berjalannya waktu.

Jangan pernah memaksa anak untuk makan sesuatu yang tidak ingin mereka makan. Pendekatan terbaik adalah membiarkan anak memilih dari 2 hingga 3 pilihan makanan sehat, dan terus menawarkan makanan baru seiring perubahan seleranya.

Baca Juga: 10 Cara Mengendalikan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat-Obatan (2)

Menawarkan beragam makanan dan menyerahkan pilihan pada anak pada akhirnya akan memungkinkan mereka untuk makan makanan seimbang sendiri. Balita juga suka makan sendiri.

Jadi, bila memungkinkan, berikan anak makanan ringan daripada makanan matang yang memerlukan garpu atau sendok.

 

Suplemen untuk anak

Suplemen vitamin jarang diperlukan untuk balita yang mengonsumsi makanan bervariasi, dengan beberapa pengecualian.

Vitamin D.

Bayi di bawah usia 12 bulan memerlukan 400 Unit Internasional (IU) vitamin D per hari dan anak-anak yang lebih besar serta remaja memerlukan 600 IU per hari. Jumlah vitamin D ini dapat mencegah rakhitis—suatu kondisi yang ditandai dengan pelunakan dan melemahnya tulang.

Jika anak tidak sering terkena sinar matahari atau mengonsumsi cukup vitamin D dalam makanannya, bicarakan dengan dokter anak tentang suplemen vitamin D. Lihat Vitamin D untuk Bayi, Anak-Anak & Remaja untuk informasi lebih lanjut dan daftar makanan yang diperkaya vitamin D.

Baca Juga: Survei Pengobatan Lupus dengan Steroid Oral, Adakah Efek Sampingnya?   

Halaman:

Tags

Terkini