anak

Membiarkan Anak Manja, Membuatnya Tidak Belajar Mandiri

Jumat, 3 Mei 2024 | 22:25 WIB
Anak Bermain gawai. Perlu ada aturannya supaya tidak kecanduan (Irfan Hasuki)

Smartparent.id Anak bersikap manja? Jangan salahkan ia sebab lingkunganlah yang membentuknya seperti itu. Anak berkembang berdasarkan stimulasi yang didapat dari lingkungan, jika ia manja lingkunganlah yang membentuknya.

Ada beberapa perilakku Moms n Paps yang bisa menjadi penyebab anak bersikap manja.

Baca Juga: Ini yang Didapat Bayi Kala Ia Bermain Bersama Ayahnya

Moms Terlalu Protektif

Moms memiliki ketakutan berlebih terhadap lingkungan yang mungkin mengancam anak. Misalnya, takut anak terjatuh sehingga ia tidak boleh berlarian, takut anak mengalami kesulitan sehingga kita membawakan tas sekolahnya, dan sebagainya. Ketakutan ini membuat moms over protektif, tidak boleh ini dan itu sehingga anak tidak bisa mengembangkan kemampuan dirinya.

Memenuhi Semua Keinginan Anak

Moms tak ingin melihat anak sedih atau kecewa, moms ingin anak selalu gembira sehingga memenuhi semua keinginan anak. Padahal perilaku ini akan membuat anak terbiasa dengan pemenuhan segala kebutuhannya. Walhasil anak pun bersikap manja. Hal ini akan terus ia lakukan untuk mendapatkan keinginannya.

Membiarkan Anak Bebas Melakukan Sesuatu

Bila anak suka dan senang melakukan sesuatu, kita biarkan. Ketika anak seharian menonton tayangan youtube di gadgetnya kita tidak mengusiknya, jika anak melempar begitu saja sepatunya kita tidak menegurnya malah membereskannya,  jika anak dengan sengaja menumpahkan makanannya kita tak mengajarinya untuk membersihkannya, dan sebagainya. Pengasuhan asal anak senang ini akan membuat dirinya tumbuh dengan pribadi yang manja, juga pemalas, sesukanya, dan tak bertanggung jawab.

Usir Sikap Manja, Ajari Anak Mandiri

Sikap manja sebaiknya tidak didiamkan bahkan seharusnya dicegah. Sehingga di usia 5-6 tahun anak sudah mulai bisa mandiri.  Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan :

Hilangkan Sikap Tidak Tega

Berikan kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuannya. Misalnya, ajari ia membuka pakaiannya sendiri, membawa tasnya sendiri, menyuapkan makannya sendiri. Hilangkan perasaan kasihan atau tidak tega sebab hal ini sangat baik untuk mendukung keoptimalan pertumbuhan anak.

Baca Juga: Phobia Terhadap Hewan? Ini Ciri-Ciri Kalau Sudah Tidak Normal

Halaman:

Tags

Terkini