anak

Phobia Terhadap Hewan? Ini Ciri-Ciri Kalau Sudah Tidak Normal

Selasa, 30 April 2024 | 07:52 WIB
Phobia terhadap Kucing kerap dialami anak. Biasanya akan hilang dengan sendirinya karena anak sedang mempelajari lingkungannya. (Irfan Hasuki)

Smartparent.id Sedang asyik bermain, tiba-tiba anak berlari dan memeluk kita dengan erat. Ia berteriak dan wajahnya tampak ketakutan. Ternyata penyebabnya hanya karena melihat kucing yang melintas di dekatnya. Kok bisa?

Dilihat sepintas, kurang logis bila anak takut dengan kucing. Sebab kucing begitu lucu, menggemaskan, jinak, dan asyik diajak bermain. Tapi kenyataanya demikian. Mungkin ia mengalami phobia terhadap binatang.

Sebenarnya Alami tapi Kalau Berlebihan Perlu Diatasi

Rasa takut itu alami. Karena akan membantu kita melindungi diri dari bahaya. Misal, takut terhadap induk ayam yang sedang bersama anak-anaknya, wajar karena anak takut diserobot.

Anak pun demikian, kerap mengalami ketakuran karena ia masih belajar memahami kondisi lingkungannya. Ketika melihat kucing, ayam, burung, anak mempelajari apakah hewan-hewab tersebut akan menyakitinya atau tidak.

Ketakutan yang wajar, biasanya akan hilang ketika kita menjelaskan bahwa kucing, ayam,  burung, kelinci bukanlah binatang yang perlu ditakuti. Sambil kita mengajak anak membelai kucing misalnya. Anak pun belajar bahwa ia tidak perlu takut terhadap kucing, ayam, kelinci.

Namun, pada anak tertentu, ketakutan bisa sangat berlebihan dan sulit untuk diatasi. Butuh waktu yang sangat lama untuk menghilangkannya. Biasanya, ketakutan yang berlebihan terlihat pada respon anak. Ketakutan yang disertai tangisan kencang, wajah pucat, mendekap erat orang yang ada di dekatnya, berlari menjauh, atau berteriak.

Hal demikian mungkin mengindikasikan anak mengalami phobia terhadap binatang. Phobia ini membuat ketakutan anak menjadi tidak biasa. Sebab dalam pikirannya berkecamuk bayangan negatif yang bisa membuatnya sangat takut dan cemas. Terhadap kucing misalnya,  anak takut dicakar hingga berdarah. Cakarannya pasti menyakitkan.

Phobia muncul karena bentuk kecemasan yang berlebihan yang dapat membuat anak stres. Selanjutnya akan berkembang menjadi suatu perilaku yang mengkhawatirkan dan lain dari biasanya, tantrum, berteriak, naik ke atas meja, dan sebagainya. Anak tidak bisa menguasai ketakutannya padahal sebenarnya aman-aman saja.

Baca Juga: Para Ayah, Yuk Ikut Merawat Bayi. Nanti Bayi akan Lebih Pede

Cara Mengatasinya Sesuai Tingkatnya

Phobia terhadap binatang harus diatasi supaya anak bisa beraktivitas dengan tenang. Sehingga anak bisa mengambil banyak manfaat dari aktivitasnya. Cara mengatasinya harus disesuaikan dengan jenis phobia yang dialami anak, apakah simple, mild, atau severe.

* Simple: Terbilang Ringan

Ketakutan jenis ini masih terbilang normal, misalnya takut terhadap binatang yang sedang marah, seperti ayam yang ingin melindungi anaknya kemudian dia mematuk-matuk. Cara mengatasinya pun relatif mudah; ajak anak menjauh dari ayam. Biasanya ketakutan akan segera hilang. Ucapkan, “Induk ayam sangat menyayangi anaknya, dia tidak mau ada yang mengganggunya. Kita harus jauh-jauh dari mereka!” misalnya.

Halaman:

Tags

Terkini