SMARTPARENT.ID - Asma menjadi penyakit kronis anak yang paling umum. Asma merupakan penyakit kronis yang menyebabkan peradangan pada paru-paru yang mengakibatkan mengi, batuk, dan kesulitan bernapas. Ini adalah kondisi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik.
Lebih dari 50% anak penderita asma mengalami serangan asma, dan hingga 20% mengunjungi unit gawat darurat setidaknya setahun sekali untuk mendapatkan perawatan pernapasan.
Asma pada anak dapat memiliki penyebab dan gejala yang berbeda-beda, bergantung pada usia anak. Meskipun mengi pada anak di bawah usia 5 tahun sering kali disebabkan oleh infeksi saluran napas bawah, hal ini bisa menandakan asma atau alergi pada anak yang lebih besar. Meskipun tidak ada obat untuk asma, penyakit ini dapat dikontrol.
Faktor risiko dan gejala
Terbatasnya akses terhadap perawatan medis, kurangnya fleksibilitas waktu istirahat kerja untuk janji perawatan kesehatan, dan kondisi kehidupan yang berdampak negatif terhadap kesehatan pernapasan, seperti paparan vape atau asap, iritasi lingkungan, dan paparan terhadap asma. jamur atau kecoa. Faktor risiko tambahan meliputi:
Baca Juga: Anak Berjalan Jinjit, Normalkah? Begini Cara Deteksinya
Alergi
Riwayat asma dalam keluarga
Infeksi saluran pernapasan atas yang sering terjadi
Berat badan lahir rendah
Kegemukan
Setiap anak berbeda, begitu pula gejalanya. Tanda-tanda umum asma meliputi: